Vandalisme Warnai Aksi 26.26 di DPRD Kota Sukabumi, Massa Tuntut Hak Angket untuk Wali Kota

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi 26.26 di DPRD Kota Sukabumi berujung vandalisme berupa coretan kritik di dinding gedung dewan.

Aksi 26.26 di DPRD Kota Sukabumi berujung vandalisme berupa coretan kritik di dinding gedung dewan.

SUKABUMI, Mediakarya – Aksi 26.26 Sukabumi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Selasa (2/6/2026) hingga larut malam menyisakan sejumlah coretan vandalisme di area gedung dewan. Coretan tersebut berisi berbagai kritik dan tuntutan masyarakat agar DPRD menggunakan hak angket terhadap Wali Kota Sukabumi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tulisan-tulisan tersebut terlihat pada dinding bagian luar maupun dalam Gedung DPRD Kota Sukabumi. Beberapa tulisan yang tampak antara lain “Hak Angket Harga Mati”, “Dewan Kamana Teu Pro Masyarakat”, “Dewan Pada Kabur”, serta “Hak Angket Wali Kota Makjul”.

Hingga malam hari, sejumlah pimpinan aksi masih bertahan di kompleks gedung DPRD dan melakukan dialog dengan pihak kepolisian. Mereka menunggu dua fraksi DPRD lainnya untuk menandatangani pakta integritas terkait pelaksanaan hak angket.

Salah seorang peserta aksi yang mengaku mewakili masyarakat Kota Sukabumi, Syah Arip, menyebut coretan tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap sikap sebagian anggota DPRD yang dinilai tidak merespons tuntutan masyarakat.

“Ini bentuk kekecewaan masyarakat Kota Sukabumi. Tadi rekan-rekan media juga mendengar, dari 14 poin yang kami bacakan, tidak ada satu pun yang secara tegas disetujui oleh ketua dewan maupun anggota dewan. Ketika diminta menandatangani, mereka justru meninggalkan tempat,” ujar Arip kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, masyarakat telah menunggu sejak pagi di Gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia menilai para wakil rakyat tidak menunjukkan keberpihakan terhadap tuntutan yang disampaikan.

Baca Juga:  Teten Dorong Investasi Ekonomi Hijau di Sektor UMKM

“Kami menunggu dari pagi di gedung DPRD. Sementara itu mereka justru terlihat berfoto bersama di Balai Kota. Coretan-coretan ini menggambarkan kekecewaan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Arip mengapresiasi beberapa partai politik yang disebut telah menandatangani pakta integritas terkait hak angket dan usulan pemakzulan. Ia menyebut dukungan tersebut datang dari anggota DPRD yang berasal dari PPP, PKS, dan PKB.

Ia menegaskan perjuangan kelompoknya akan terus berlanjut hingga jumlah dukungan yang dibutuhkan untuk mengajukan hak angket dapat terpenuhi.

“Kami akan terus mengawal proses ini sampai kuorum terpenuhi. Tidak harus dengan massa yang besar, sekarang kami menunggu tanda tangan dari fraksi-fraksi dan anggota dewan yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Arip juga menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah saat ini telah menurun. Menurutnya, tuntutan pemakzulan yang disuarakan massa merupakan konsekuensi dari hilangnya kepercayaan tersebut.

“Kalau diibaratkan rumah tangga, ketika sudah tidak ada kepercayaan, maka yang terjadi adalah perpisahan. Tujuan kami tetap mengawal proses pemakzulan sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Meski demikian, Arip mengakui proses pemakzulan kepala daerah tidak mudah dan harus melalui berbagai tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Memang ada tahapan-tahapannya dan tidak mudah. Namun kami berharap dari total 35 anggota DPRD, setidaknya 18 orang dapat memberikan dukungan agar proses ini bisa berjalan,” pungkasnya.(eka)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal
Pemkot Bekasi Akan Tindak Tegas ASN Nakal Yang Ganti Plat Dinas Dengan Plat Pribadi
HUT ke-47 Tahun, Bintaro Jaya Gelar 10K Run for Education Berhasil Kumpulkan Donasi Rp245 Juta
Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT
Kendaraan Pengangkut Alat Berat Amblas, Proyek Balai Patriot Terganggu
Bupati Nias Selatan Dukung Penuh Persiapan Muskab dan Pelantikan Pengurus KORMI 2026
Sinergi Pembangunan: Wabup Yusuf Nakhe Sambangi Onolal
500 Petugas Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Kota Bekasi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Dapat Perlawanan dari Ratusan Massa, Eksekusi Pengosongan Lahan di Kota Bandung Gagal

Senin, 8 Juni 2026 - 12:25 WIB

Pemkot Bekasi Akan Tindak Tegas ASN Nakal Yang Ganti Plat Dinas Dengan Plat Pribadi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:46 WIB

HUT ke-47 Tahun, Bintaro Jaya Gelar 10K Run for Education Berhasil Kumpulkan Donasi Rp245 Juta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:37 WIB

Perkuat PAD dan Fasilitas Publik, Bupati Nias Selatan dan PLN Nias Teken Addendum Kerja Sama PBJT

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:52 WIB

Kendaraan Pengangkut Alat Berat Amblas, Proyek Balai Patriot Terganggu

Berita Terbaru