Warisan Ekonom Neoliberalis

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Yudhie Haryono | CEO Nusantara Centre

Apa yang diwariskan ekonom neoliberalis? Utang. Apa yang mereka ajarkan? Utang. Apa tradisi yang dibanggakan? Menumpuk utang. Apa kehebatan yang mereka kampanyekan? Juara utang. Apa agama yang dikembangkan? Utang dan menipu.

Itulah 5 hal yang kita rasakan setelah menyaksikan sinetron kreta cepat Whoosh yang menjijikkan. Projek anti nalar yang meninggalkan utang jumbo tidak tak terselesaikan sampai hari ini.

Coba kita tanya, “siapa yang mampu mengakses kreta Whoosh? Orang kaya. Tetapi, siapa yang bayar kerugian projek kreta Whoosh? Semua warga negara.” Inilah projek anti pancasila, anti konstitusi.

Dari kasus itu, kita berkesimpulan bahwa sistem ekopol kita kini adalah: tuli, buta dan bisu dari kewarasan nasional; dari kejelian dan kecerdasan agensi; dari kebaikan konstitusi; dari sentimen kaum miskin. LBP (2025) menyebutnya, “busuk dari awal.” Itulah rancang bangun ekopolitik neokolonial dari ekonom neoliberalis di republik merdeka.

Indonesia, negeri dengan SDA dan SDM melimpah, oleh para neoliberalis kini dijadikan bengkel di mana semua mafia dan semua pahlawan disimpan dalam kardus besi yang sama. Masalahnya, kunci gemboknya hilang, delapanpuluh tahun yang lalu.

Kemudian kita menggunjingnya seakan-akan mukjizat datang setelah tahlil tak sudah-sudah. Praktis kita tak punya antitesanya. Bahkan tak ingin mengakhirinya. Akankah ekonom kita bodoh semua?

Tentu, kita jadi bertanya-tanya, “mengapa ekonom neoliberalis tega menghancurkan Indonesia?” Jawabannya ternyata sederhana, “mereka memilih jadi bangsa(t)wan daripada bangsa(wan).”

Baca Juga:  Ekonomi Pulih, Menkeu: Defisit APBN 2021 Berpotensi Hanya 5 Persen

Pilihan itu terpaksa hadir tanpa dipikirkan secara mendalam untuk jadi petanda, penanda dan tradisi sebuah bangsa. Pilihan itu hanya dendam dari kelam dan nasib miskin di masa lalu. Padahal dendam itu menumpulkan kejeniusan dan kesejatian.

Komunitas neoliberalis itu berfikir dan bertindak “besok makan apa” dan “besok makan siapa.” Itulah ontologi sekaligus epitema kehidupannya. Tak lebih, tak kurang. Predatorian menjadi hobi dan sumber kebahagiaan.

Pada aksiologi mereka, kolonialisme diundang dan disetubuhi serta dizinahi. Sesuatu yang dihapuskan oleh para pendiri republik, kini dikawani dan dikawini. Tentu ini “pengkhianatan dan perselingkuhan.”

Singkatnya, para ekonom neoliberalis itu sangat individualis sehingga tidak peduli pada kinerja perlindungan sosial. Juga anti subsidi, anti gotong-royong tetapi suka sekali gotong nyolong.

Akhirnya, terjadilah peningkatkan ketidakpastian bagi pekerja dan warga miskin; ketimpangan plus kesenjangan akut. Krisis itu produksi mereka. Kekalutan warga negara itu cita-cita mereka.

Mengapa begitu? Tentu karena mereka mengabaikan kepentingan umum dan kedaulatan nasional sambil mengutamakan kepentingan korporasi, elit, investor dan oligarki agar mereka sendiri yang beruntung.

Maka, warga negara yang buntung (rugi), adalah kebahagiannya. Negara yang tak berdaya adalah tabungannya. Republik yang paria adalah depositonya. Terjajah kembali itulah kredonya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 
Gonjang-ganjing Rupiah: Di Bawah Bayang-bayag Ketidakpastian, Kapan Beakhir?
Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan
DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra
Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat
“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:09 WIB

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:07 WIB

realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Senin, 25 Mei 2026 - 23:24 WIB

Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Berita Terbaru

Kqpal tanker yang melintasi selat hormuz (Foto: Ist)

Internasional

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB