JAKARTA, Mediakarya – Sebanyak 50 pria yang diduga personel TNI dikabarkanmendatangi markas Polda Metro Jaya pada Kamis dini hari (9/7/2026). Kedatangan pria berbadan tegap dan berambut cepak itu diduga ada kaitannya dengan penggeledahanrumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas dengan tegas membantah beredarnya isu penyerbuan tersebut.
Jenderal bintang satu TNI ini menegaskan bahwa narasi yang beredar di masyarakat dinilai provokatif dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Di lain pihak kepolisian sempat menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum bagi siapa saja yang menghalangi penyidikan sesuai Pasal 21 UU Tipikor.
Sebelumnya, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/26).
Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga berkaitan dengan tiga perkara korupsi, yakni pengadaan batu bara untuk PLN, kasus PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.
Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penggeledahan di delapan lokasi secara serentak, Dua di antaranya menjadi fokus utama, yaitu sebuah restoran bernama Cafe De’Klan dan sebuah tempat usaha Point Money Changer yang berada di kawasan Cipete.
Langkah ini dilakukan untuk mencari serta mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara korupsi, suap, gratifikasi, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang.
Menurut informasi dari lokasi, tim penyidik melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap ruangan dan sejumlah dokumen yang berada di lokasi.
Dalam proses penggeledahan di Cafe De’Klan, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari atau dinding bangunan cafe. (red)









