Water Purifier Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

- Penulis

Rabu, 5 Februari 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya- Kampanye mengenai kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan terus digaungkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta melalui Perumda Air Minum (PAM) Jaya. Salah satu solusi yang sudah dilakukan yakni dengan penggunaan water purifier yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, water purifier dirancang dengan teknologi kelas wahid yang memungkinkan masyarakat mengakses air minum langsung darin sumbernya tanpa harus menggunakan air kemasan sekali pakai.

“Harapannya dengan mudahnya akses air bersih dan siap minum ini akan mengurangi polusi sampah plastik sekali pakai,” kata Arief Nasrudin di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Upaya ini, lanjut dia, selaras dengan tujuan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak, serta SDG ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, PAM Jaya sebagai pelopor layanan air minum terus berinovasi untuk mengurangi polusi plastik sekali pakai melalui solusi pemurnian air yang efisien.

“Penggunaan water purifier dari PAM Jaya di lingkungan perkantoran mampu menghemat sekitar 200 ribu botol plastik per tahun,” tambahnya.

Baca Juga:  KAI Luncurkan Kereta Ekonomi Generasi Baru Tingkatkan Kenyamanan

Menurut data sementara, saat ini sebanyak 55 unit water purifier dari PAM Jaya sudah terpasang di lingkungan perkantoran, sekolah, rumah sakit, halte Transjakarta serta rumah ibadah. Rencananya dalam waktu dekat PAM Jaya juga akan kembali memasang 9 unit lagi.

“Water purifier dirancang untuk menyaring dan membersihkan air dari kontaminan seperti kotoran, bakteri dan virus, sehingga menghasilkan air yang lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi,” pungkas Arief.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Indonesia menghasilkan sekitar 68,5 juta ton sampah per tahun, dengan 17 persen di antaranya merupakan plastik. Sampah jenis ini sulit terurai dan berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan.

“Water purifier bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada air kemasan sekali pakai. Ini langkah kecil yang berdampak besar dalam mengatasi polusi plastik,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Suci Fitria. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

TACTFLOW Hadir di Indonesia, Usung Lifestyle Self-Care dan Me Time
Dorong Transformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand
Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan
Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP
Perlunya Keseimbangan Pembangunan KEK Jadi Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Bali
Langkah Baru PT JOE di IPA Convex 2026, Ini Targetnya
Sidang Kuota Hangus, BPKN Soroti Lemahnya Posisi Tawar Konsumen dengan Operator
Haidar Alwi Apresiasi Sikap Pemerintah Tolak Suntikan Dana dari IMP dan Bank Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:21 WIB

Dorong Transformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:43 WIB

Trajektori Ekonomi Pasar dan Krisis Kesejahteraan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:16 WIB

Politisi PDIP Sebut Banyak Kades Tak Paham Soal Mekanisme KDMP

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:30 WIB

Perlunya Keseimbangan Pembangunan KEK Jadi Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Bali

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:26 WIB

Langkah Baru PT JOE di IPA Convex 2026, Ini Targetnya

Berita Terbaru

Dokumentasi pelantikan Pengurus Pusat AMPG Periode 2024-2029 (foto; dok. Mediakarya

Megapolitan

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Ilustrasi  (Foto: Istimewa)

Opini

Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:53 WIB