9 Pejabat Kemenperin Plesiran ke Turki, Cederai Asta Cita Presiden Prabowo

- Penulis

Kamis, 5 Desember 2024 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kunjungan sembilan pejabat Kementerian Perindustrian ke luar negeri telah memicu kontroversi di tengah kebijakan pemerintah yang tengah fokus pada pemulihan ekonomi dalam negeri. Tindakan ini dinilai bertentangan dengan arahan Presiden yang meminta seluruh pejabat untuk membatasi perjalanan dinas ke luar negeri demi menghemat anggaran negara.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Sosial (Puskas), Mohamad Fuad.

Fuad menilai bahwa dalam kondisi di mana banyak sektor industri dalam negeri yang masih berjuang untuk bangkit dari dampak pandemi, keputusan untuk mengirimkan sembilan pejabat dalam perjalanan dinas ke luar negeri dinilai sebagai langkah yang tidak tepat.

“Fokus pemerintah seharusnya lebih terarah pada upaya pemulihan ekonomi domestik dan mendukung industri dalam negeri. Jadi perjalanan mereka ke Turki ini patut dipertanyakan. Apa urgensinya. Kalau 1-2 orang boleh lah, ini rombongan, saya pikir pemborosan ya,” tegas Fuad.

Baca Juga:  Kemenperin: Indonesia jadi Penentu Harga CPO Global Pada 2045

Fuad menjelaskan perjalanan dinas ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, mulai dari biaya tiket pesawat, akomodasi, hingga biaya operasional lainnya. Di tengah kondisi keuangan negara yang terbatas, pengeluaran untuk perjalanan dinas semacam ini dinilai sebagai pemborosan anggaran negara.

“Pemerintah perlu memberikan penjelasan yang transparan terkait tujuan, manfaat, dan anggaran yang digunakan dalam perjalanan dinas tersebut,” bebernya.

Kasus ini, lanjut Fuad, sejatinya telah merusak citra pemerintah di mata publik. Tindakan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat ini dapat memicu ketidakpercayaan dan memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

“Presiden Prabowo sudah jelas instruksinya, kalau tidak terlalu penting, tak perlu ke luar negeri. Kalau memang mau, silakan gunakan anggaran sendiri,” pungkas Fuad. (hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Transisi Energi Kampus Tak Cukup Panel Surya, Ini 4 Strategi Kunci dari Prof Syamsir Abduh
ITPLN Perkuat Riset Dunia, Bidik Energi Masa Depan
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
ITPLN–PLN Jalankan Program CSR Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Siswa Dibimbing PLTS dan Waste to Energy
ITPLN Gaet Siswa SMA Favorit Bandung, Tawarkan Kuliah Energi dengan Prospek Kerja Tahan Krisis
ITPLN, ITS, dan PLN Puslitbang Konsolidasikan Kampus untuk PLTN, Nuklir Dinilai Kunci Net Zero Emisi Indonesia
Diksar Gandawesi XXXVIII UPI Siapkan Mahasiswa Tangguh Hadapi Krisis Iklim
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:39 WIB

Transisi Energi Kampus Tak Cukup Panel Surya, Ini 4 Strategi Kunci dari Prof Syamsir Abduh

Senin, 4 Mei 2026 - 22:31 WIB

ITPLN Perkuat Riset Dunia, Bidik Energi Masa Depan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:12 WIB

ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:09 WIB

ITPLN–PLN Jalankan Program CSR Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Siswa Dibimbing PLTS dan Waste to Energy

Berita Terbaru