Kemenkes Ungkap Data Terbaru Kasus Omicron di RI

- Editor

Selasa, 22 Februari 2022 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan telah ditemukan 5.227 kasus Omicron di Indonesia. Dari data tersebut, lebih dari 3.200 kasus merupakan transmisi lokal.

“Di mana 1.879 itu adalah kasus PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri), dan kalau kita lihat 3.200-an adalah transmisi lokal yang terjadi,” jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (22/2).

Nadia menegaskan, tidak semua kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dilanjutkan dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Pemeriksaan kasus Covid-19 dengan varian Omicron hanya dilakukan secara acak.

“Penemuan kasus varian ini diberlakukan hanya secara sampel acak, yang diambil dari kasus positif untuk menentukan dari sampel acak tadi berapa banyak dan jenis apa saja varian yang beredar,” terangnya.

Data Kementerian Kesehatan hari ini pukul 12.00 WIB, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 5.289.414. Tercatat 4.593.185 kasus di antaranya sudah sembuh, 146.798 meninggal dunia, dan 549.431 masih menjalani perawatan.

Dikutip dari merdeka, Nadia mencatat, ada 2.484 pasien meninggal dunia selama varian Omicron merebak di Indonesia. Sebanyak 73 persen dari kasus meninggal belum divaksin lengkap dan 27 persen sudah divaksin lengkap.

Baca Juga:  Ketua BPKN RI Desak Provider Bertanggung Jawab atas Hangusnya Kuota yang Tak Terpakai

“Kalau kita melihat data ini, dari kasus meninggal dunia 73 persen belum divaksin lengkap. Baik sama sekali belum mendapatkan vaksin, maupun yang baru mendapatkan satu kali dosis vaksin,” katanya.

Selain itu, dari total kasus meninggal, terdapat 46 persen memiliki komorbid dan 54 persen tidak mempunyai komorbid. Dari kasus yang memiliki komorbid, tercatat 21 persen mempunyai penyakit penyerta lebih dari 1. Komorbid terbanyak ialah Diabetes Melitus.

Nadia menambahkan, 53 persen dari pasien Covid-19 yang meninggal dunia masuk kategori lanjut usia atau lansia. Sementara 47 persen non lansia.

Data Kementerian Kesehatan, 2.000 pasien meninggal atau 80 persen berusia di atas 45 tahun. Tercatat 80 pasien atau sekitar 3 persen ada di rentang umur 0 sampai 5 tahun.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini menyebut, sebanyak 123.905 pasien menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19. Dari total pasien yang dirawat, 39 persen bergejala ringan dan 32 persen tidak bergejala.

“Jadi sebagian besar adalah bergejala ringan, tidak bergejala,” tutupnya.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara
Komisi III Apresiasi Larangan Vape di Lingkungan Polri, Adang Daradjatun: Langkah Tegas Cegah Narkotika
Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta
Ustadz Felix Sebut Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Aksi Serampangan
Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar
Soroti Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Komnas Perlindungan Anak: Jangan Korbankan Anak Santri

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Selasa, 3 November 2026 - 07:13 WIB

Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara

Selasa, 3 November 2026 - 06:53 WIB

Komisi III Apresiasi Larangan Vape di Lingkungan Polri, Adang Daradjatun: Langkah Tegas Cegah Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 13:35 WIB

Ustadz Felix Sebut Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Aksi Serampangan

Berita Terbaru