Yenny Wahid Kandidat Terkuat Sebagai Cawapres dari Perempuan Versi Survei LSIN

- Editor

Minggu, 1 Oktober 2023 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LSI Nusantara saat pemaparan survei berjudul

LSI Nusantara saat pemaparan survei berjudul "Cawapres Perempuan, NU & Milenial" di kawasan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Minggu (1/10/23).

 

JAKARTA: Lembaga Survei Indonesia Nusantara (LSIN) merilis hasil survei menempatkan Yenny Wahid memiliki elektabilitas tinggi dari tokoh perempuan yang diinginkan masyarakat sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Dalam simulasi lima nama yang disodorkan oleh LSIN, Yenny Wahid memperoleh elektabilitas 31,1%, Khofifah Indar Parawansa 29,0%, Susi Pudjistuti 9,2%, Puan Maharani 7,2%, dan Sri Mulyani 4,0%.

“Sedangkan untuk tiga nama cawapres perempuan dengan simulasi tertutup, elektabilitas Yenny Wahid tetap tinggi yaitu 34,4%, Khofifah Indar Parawansa 33,6%, dan Puan Maharani 9,7%,” kata Founder LSI-Nusantara, Yasin Mohammad, dalam pemaparan survei berjudul “Cawapres Perempuan, NU & Milenial” di kawasan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Minggu (1/10/23).

Yasin melanjutkan, saat disodorkan pasangan nama dengan Capres, Ganjar-Yenny Wahid memperoleh elektabilitas 33,0%, Ganjar-Khofifah Indar Parawansa 30,2%, Ganjar-Puan Maharani 27%%.

Kemudian, untuk berpasangan dengan Prabowo dengan simulasi tertutup, Prabowo-Yenny Wahid memperoleh elektabilitas tertinggi 38,2%, Prabowo-Khofifah 37,0%, Prabowo-Puan Maharani 29,6%.

Yasin menjelaskan, hasil survei LSI-Nusantara menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih untuk memilih Cawapres Perempuan sangat tinggi. Dimana 71% Cawapres Perempuan akan dipilih oleh responden.

Baca Juga:  Ketum PBNU Sebut Iran Berhak Membela Diri Atas Agresi Israel

Sementara, Cawapres representasi millenial 19% mempertimbangkan akan dipilih. Kemudian, Cawapres representasi NU akan dipilih oleh responden dengan tingkat partisipasi 35% dan Cawapres representasi etnis Jawa akan dipilih dengan tingkat pastisipasi sebesar
30%.

Partisipasi pemilih cenderung tinggi untuk memilih jika Pilpres 2024 diikuti oleh Cawapres Perempuan dengan 71% responden akan memilihnya. Sementara di segmen representasi millennial cenderung bersikap apatis dengan hanya 19% akan memilih Cawapres representasi millennial dan Sebagian besar memilih netral dia ats 50%. Pun
demikian pada Cawapres representasi NU, dan etnis Jawa.

Survei LSI-Nusantara ini dilakukan secara nasional melalui telepolling dengan melibatkan 1200 responden. Metodologi survei dilakukan dengan menelepon responden sebelumnya pernah menjadi responden terpilih dalam survei LSI-Nusantara pada survei-survei sebelumnya.

Pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis program komputerisasi yaitu dengan memasukkan data base nomor telepon. Survei LSI-Nusantara memiliki tingkat kepercayaan survei 95% dan Margin of error sebesar ± 2,8%.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan
Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional
Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Luhut Usul Pejabat Rugikan Uang Negara Bukan Koruptor, IAW: Pemikiran “Dablek”
BPKN-RI Tagih Komitmen Polri Responsif dan Humanis di Kasus Loker Bodong Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:15 WIB

MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Berita Terbaru

Opini

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:35 WIB

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Ekopol Konstitusi Itu Peta Jalan Kedaulatan Kita

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:42 WIB