Kreator Konten di Yogyakarta Dikerahkan Tangkal Politisasi SARA

- Penulis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, Mediakarya – Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP) melibatkan para kreator konten di Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) untuk menangkal narasi politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial menjelang Pemilu 2024.

Koordinator Umum KISP Moch Edward Trias Pahlevi saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis, menuturkan para kreator konten muda yang rata-rata berlatar belakang mahasiswa di DIY telah dibekali materi kontra narasi politisasi SARA.

“Kami mengumpulkan anak muda se-DIY, perwakilan setiap kabupaten lima orang. Kami desain agar mereka mampu menjadi ‘influencer’ (pemengaruh) untuk menangkal politisasi SARA,” ujar Edward.

Kontra narasi yang dilakukan, menurut dia, antara lain berwujud pembuatan video pendek yang selanjutnya disebar di medsos.

Selain politisasi SARA, menurut Edward, hoaks hingga potensi delegitimasi penyelenggara pemilu menjelang 2024 juga menjadi fokus para pembuat konten yang telah dibekali pelatihan melalui lingkar studi kepemiluan.

“Mereka membuat vlog, semacam video pendek berkaitan dengan pemilu tapi untuk menangkal isu SARA,” kata dia.

Menurut Edward, pelibatan kreator konten penting mengingat Pemilu 2024 masih memiliki tantangan lalu-lintas informasi negatif khususnya di media sosial yang rawan memicu polarisasi masyarakat.

Baca Juga:  Mahfud Ajak Media Ciptakan Ekosistem Pemilu 2024 Berkualitas

Karena itu, dia berharap mereka mampu memenuhi ruang-ruang digital dengan konten positif dan edukatif terkait kepemiluan.

“Saya yakin mereka bisa membuat angle-angle menarik apalagi di Tiktok, dan follower mereka juga lumayan. Mereka juga mampu memilah dan memilih informasi,” ujar dia.

Berdasarkan kajian KSIP, dibandingkan Pemilu 2019 narasi politisasi SARA yang menyebar melalui platform Twitter, Tiktok, hingga Instagram diperkirakan semakin meningkat, khususnya mendekati masa kampanye.

“Di Tiktok lebih masif dan persebarannya lebih cepat. Dulu enggak ada Tiktok, sekarang saya amati tidak hanya hoaks tapi penggiringan emosi publik lebih masif,” ucap dia, dilansir dari antara.

Meski potensi SDM pembuat konten digital di DIY cukup besar, Edward mengakui hingga saat in jumlah generasi muda yang dilibatkan belum banyak mengingat keterbatasan pendanaan.

KISP, kata dia, siap berkolaborasi dengan Bawaslu untuk menggandeng lebih banyak kreator konten muda menjelang pemilu.

“Problemnya adalah mengumpulkan mereka butuh biaya yang seharusnya kalau ini ditangani Bawaslu atau KPU cukup sederhana,” kata Edward.(sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem
Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit
Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional
Renovasi Rumah Dinas Ketua DPRD Sukabumi Disorot, Mahasiswa Pertanyakan Efisiensi Anggaran Rp1 Miliar
Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Yusuf Nache Hadiri Rakor Bersama Mensos
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Pemkab Nias Selatan Gelar Bimtek SIPD BMD untuk Benahi Penataan Aset Daerah
Dipeluk, Bukan Dipukul
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:40 WIB

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, BPKN Minta PLN Transparan dan Benahi Sistem

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02 WIB

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:29 WIB

Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:50 WIB

Renovasi Rumah Dinas Ketua DPRD Sukabumi Disorot, Mahasiswa Pertanyakan Efisiensi Anggaran Rp1 Miliar

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:48 WIB

Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Yusuf Nache Hadiri Rakor Bersama Mensos

Berita Terbaru

Adi Suparto: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Headline

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB