Jelang Libur Nataru, Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

- Editor

Selasa, 28 November 2023 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Memasuki masa kampanye pemilihan presiden/wakil presiden, pemilihan legislatif dan menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) berharap agar pemerintah berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) di pasaran.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal IKAPPI Reynaldi Sarijowan menanggapi sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun pasar modern yang mengalami kenaikan.

Pihaknya menduga kenaikan harga bahan pokok tersebut dipicu karena dalam beberapa bulan belakangan ini sejumlah daerah dilanda kekeringan. Sehingga produktivitas pertanian mengalami penurunan.

Reynaldi menjelaskan bahwa ada trend kenaikan harga sebelum lonjakan permintaan pasar yang tinggi. Padahal, tingginya permintaan itu biasanya terjadi satu pekan atau tujuh hari sebelum Natal atau sepekan sebelum Tahun Baru. Namun faktanya saat ini sejumlah komoditas bahan pokok sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Menurut dia, sejumlah komoditas pangan yang kritis dan ketersediaannya dinilai masuk emergency adalah ayam, cabe gula pasir, dan bawang. Komoditas bahan pokok tersebut diharapkan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah. Di antaranya melakukan percepatan pendistribusian ke pasar-pasar.

“Dengan percepatan pendistribusian itu diharapkan terjadi pemerataan, jangan sampai masyarakat yang belanja ke pasar namun stoknya terbatas. Kami harapkan komoditas bahan pokok bisa melimpah di pasar. Untuk IKAPPI meminta pemerintah agar diberikan akses dalam proses percepatan distribusi tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan adanya permintaan kebutuhan bahan pokok dari caleg maupun politisi,  Reynaldi memastikan bahwa tidak ada perlakuan khusus ataupun memberikan harga di bawah pasaran, meski ada permintaan bahan pokok dalam jumlah besar.

“Yang jelas, kami lebih memprioritaskan bagi masyarakat maupun konsumen tradisional. bagi kami saat ini bagaimana pasokan bahan pokok di pasar dapat terpenuhi dengan baik terlebih sebentar lagi akan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Reynaldi menjelaskan, yang harus menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah  bagaimana mengurai persoalan yang ada di hulu (produsen) kemudian di tengah ada middleman (distributor) dan di hilir (pedagang).

“Pemerintah harus hadir di tengah-tengah para pedagang dan memastikan ketersedian dan harga agar tidak terjadi kelangkaan, dan ini yang kami khawatirkan. Karena jelang libur Nataru ada permintaan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Selanjutnya, pemerintah harus memastikan agar tidak ada oknum yang berusaha memainkan harga,” tegas Reynaldi.

Oleh karenanya, IKAPPI mendukung penuh upaya Satgas Pangan Polri dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang libur Nataru.

Baca Juga:  Industri Digital Miliki Potensi Sebagai Bisnis Masa Depan

“Dalam kajian ini, kami telah bekerjasama dengan Satgas Pangan Polri, dan lembaga-lembaga terkait untuk memastikan agar ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga terjaga dengan baik. Sehingga dalam menghadapi Libur nataru maupun meningkatnya permintaan dari bahan pokok di masa kampanye ini dapat dirasakan oleh para pedagang pasar,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini harga beras medium mencapai Rp13.000 per kg, kemudian premium Rp16.000 per kg dari sebelumnya Rp13.000 per kg. Sedangkan untuk cabe merah keriting dari Rp50.000 per kg. Namun saat ini sudah tembus di angka Rp85.000 per kg.

Sementara itu, diakuinya, untuk harga cabe rawit merah mengalami penurunan, saat ini di harga Rp105.000 per kg. Menurut dia, meksi mengalami penurunan, harga tersebut masih terbilang masih cukup tinggi, walaupun satu pekan sebelumnya mencapai Rp120.000 per kg. Adapun untuk harga cabe rawit biasa Rp81.000 per kg hingga Rp82.000 per kg.

Sedangkan untuk bawang merah Rp34.000 hingga Rp35.000 per kg, bawang putih harga Rp40.000 per kg. Untuk harga telur mencapai Rp 28.000 per kg. Harga tersebut dinilai masih stabil, sementara gula pasir Rp15.000 per kg, padahal sebelumnya tembus di harga Rp18.000 per kg.

“Dari rentetan harga ini, kami berkaca di penghujung tahun 2021 ada 5 komoditas yang terbang bebas harganya. Di penghujung 2022 ada 7 komoditas yang terjun bebas, dan diharapkan di tahun ini bukan 7 atau 5 malah kami berharap tidak ada lagi,” tukasnya.

Beras Penyumbang Inflasi Tertinggi

Dalam kurun waktu beberapa waktu belakangan, beras menjadi komoditas yang menyumbang angka inflasi tertinggi pada 2023.

“Perkiraan saya di November ini beras akan kembali lagi menjadi penyumbang yang luas, jika itu terjadi berarti 4 bulan berturut-turut beras menjadi penyumbang inflasi terbesar untuk harga pangan,” kata Pengamat Ekonomi Khudori, di Jakarta, pada Senin (27/11/23).

Khudori menjelaskan, kenaikan harga beras bukan tanpa alasan, sebeb iklim pada daerah sentra padi khususnya akan mengalami kenaikan intensitas hujan di berapa wilayah. Hal ini tentunya berpengaruh pada panen padi yang biasanya dimulai pada Oktober.

Situasi itu kata Khudori, berdampak pada pola tanam serentak yang biasanya itu dimulai Oktober baru dimulai akhir bulan November atau awal Desember.

“Artinya mundur dua bulan. Jadi kalau tanamnya mundur 2 bulan musim panennya juga akan mundur 2 bulan, dan pacekliknya pun bertambah selama 2 bulan juga,” pungkas Khudori.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Honda Mitra Jaya Bekasi Ajak Konsumen Bernostalgia dengan Motor Klasik di Hari Pelanggan Nasional 2026
Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah
Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi
BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi
Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:08 WIB

Honda Mitra Jaya Bekasi Ajak Konsumen Bernostalgia dengan Motor Klasik di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kamis, 24 September 2026 - 12:32 WIB

Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi

Berita Terbaru