Jika Tak Jurdil, KPU Dianggap Sebagai Musuh Demokrasi

- Editor

Minggu, 15 September 2024 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Ist)

Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Garda Bekasi 1 RI, Noor Fatah meminta penyelenggara Pemilu untuk bekerja profesional guna memastikan Pilkada serentak 2024 Luber dan Jurdil.

Sehingga kontestasi politik pilkada serentak 2024 ini memiliki legitimasi kuat di masyarakat sebagai bukti konsolidasi demokrasi semakin baik.

“KPU, Bawaslu dan DKPP mesti bekerja profesional, berintegritas dan akuntabel guna memastikan Pilkada serentak 2024 Luber Jurdil. Sehingga gelaran Pilkada serentak 2024 ini memiliki legitimasi kuat di masyarakat,” ungkap Noor Fatah kepada Mediakarya, Ahad, (15/9/2024).

Mantan aktivis 98 ini menegaskan, anggaran besar yang diberikan kepada KPU dari pusat hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia harus digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Jagan sampai mubazir, terlebih hanya untuk kepentingan pribadi para komisionernya. KPU di daerah harus bisa belajar dari mantan Ketua KPU Pusat yang disorot lantaran gaya hidupnya yang hedon,” tegas Fatah.

Baca Juga:  Tragedi Kebakaran Los Angeles Mengulang Sejarah Raja Abrahah

Fatah menegaskan, bahwa prinsip Pemilukada yang Luber dan Jurdil harus dipahami dan dijalankan dengan baik, benar dan konsisten sebagaimana amanat undang-undang.

“Selain itu, sebagai penyelenggara pemilu, KPU harus memastikan aturan tehnis, seperti PKPU tidak tumpang tindih dengan peraturan yang di atasnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Fatah berharap KPU perlu merevisi peraturannya. Hal itu dimaksudkan guna menyesuaikan dengan kondisi sekarang agar tidak kedaluwarsa.

Sebagai penyelenggara Pemilukada, KPU bukan hanya dituntut sebagai wasit namun juga harus menunjukkan integritasnya. guna menjaga martabatnya.

“Jangan sekali-kali mencoba ikut bermain-main menjadi tim sukses dengan mengharapkan insentif dari salah satu Paslon Pilkada serentak 2024,” imbaunya.

Lebih lanjut, jika KPU tidak menjalankan tupoksinya dengan baik dan benar sebagai penyelenggara Pilkada, maka, boleh jadi KPU dianggap sebagai musuh demokrasi yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
GMNI Kecewa Kepada Disnaker Kota Bekasi Yang Tidak Tegas Tindak Loker Palsu
Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Sakti! Sudah Diminta Plt Bupati Bekasi Hadir, Donny Sirait Tetap Tak Mau Temui Massa Wartawan, Cuma Kirim Kuasa Hukum
Ikut Aksi, Prabu Peduli Lingkungan dan Pokja Wartawan Setu Desak Kepala DLH Donny Sirait Dicopot
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Empat Kali Aksi Belum Ada Penyelesaian, Warga Ciangsana Soal Tanah Kota Wisata Ecovia Siap Geruduk DPR RI dan Istana
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Sakti! Sudah Diminta Plt Bupati Bekasi Hadir, Donny Sirait Tetap Tak Mau Temui Massa Wartawan, Cuma Kirim Kuasa Hukum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Ikut Aksi, Prabu Peduli Lingkungan dan Pokja Wartawan Setu Desak Kepala DLH Donny Sirait Dicopot

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Berita Terbaru