IAW: Kejari Kota Bekasi Tidak Kekurangan Pintu Masuk Ungkap Dugaan Korupsi PD Migas

- Editor

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Kota Bekasi (Ist)

Kejari Kota Bekasi (Ist)

JAKARTA, Mediakarya– Indonesia Audit Watch (IAW) mendesak Kejaksaaan Agung (Kejagung) untuk menjalankan Undang-Undang Kejaksaan dalam melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu atas kasus dugaan korupsi di PD Migas Kota Bekasi (kini PT Migas Perseroda).

Perusahaan daerah plat merah itu saat ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan skandal korupsi kerja sama antara PT Migas (BUMD) dengan perusahaan swasta, Foster Oil & Energy.  Kasus dugaan korupsi dengan potensi kerugian negara mencapai Rp278 miliar itu sebelumnya ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, kini penangananya diambil alih oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sekretaris pendiri IAW Iskandar Sitorus menilai bahwa tidak sulit Kejagung dalam mengungkap kasus tersebut. Sebab pintu masuknya berlapis. Di antaranya, audit investigatif BPKP, kontrak dan amandemen, transaksi keuangan. Ada putusan pengadilan, perubahan badan hukum dari PD menjadi Perseroda, perdamaian atau renegosiasi setelah kasasi dan laporan dividen.

Menurut Iskandar, pihak penyidik tidak perlu terburu-buru menetapkan tersangka hanya untuk menjawab tekanan publik. Penetapan tersangka tanpa alat bukti yang matang hanya akan membuat perkara rapuh di praperadilan atau pengadilan.

Tetapi kehati-hatian juga tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan penyidikan berjalan tanpa arah dan tanpa akuntabilitas. Kejaksaan setidaknya perlu memberi informasi berkala mengenai ruang lingkup penyidikan.

“Seperti, jumlah saksi yang diperiksa, tahap penghitungan kerugian, koordinasi dengan auditor, dan apakah perkara masih ditangani secara terbuka atau telah menemukan calon pihak yang bertanggung jawab,” ungkap Iskandar kepada Mediakaryai, Kamsi (16/7/2026).

Transparansi tidak berarti membuka strategi penyidikan. Transparansi berarti meyakinkan publik bahwa perkara bergerak berdasarkan bukti, bukan berdasarkan kedekatan politik.

Forkopimda Tidak Boleh Jadi Ruang Teduh bagi Konflik Kepentingan

Iskandar mengungkapkan, Kepala Kejaksaan Negeri dan Wali Kota sama-sama berada dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Forum itu dibentuk untuk koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan stabilitas daerah, bukan untuk menciptakan kekebalan di antara anggotanya.

Baca Juga:  Dirjen: Beberapa Kali Truk Trailer Tersangkut di Perlintasan Madukoro

“Kedekatan institusional tidak otomatis membuktikan intervensi. Karena itu, tuduhan bahwa Kejaksaan “masuk angin” tidak boleh dilemparkan tanpa bukti,” kataya.

Dalam kasus dugaan korupsi PD Migas Kota Bekasi, dia menyebut bahwa perkara ini melibatkan kebijakan pemerintah kota lintas masa jabatan. Meski penyidik harus memeriksa beberapa pihak yang masih memiliki pengaruh politik dan administratif. Dalam keadaan demikian, Kejari harus membangun jarak profesional yang terlihat dan terukur.

“Apabila terdapat hambatan lokal, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dapat melakukan supervisi, asistensi, penguatan personel, atau mengambil langkah lain sesuai kewenangannya,” katanya.

Iskandar menilai, supervisi bukan penghinaan terhadap Kejari. Justru kata dia, supervisi itu menjadi perlindungan agar penyidik lokal tidak bekerja sendirian menghadapi perkara yang melibatkan kekuasaan daerah, korporasi asing, kontrak migas, dan transaksi lintas tahun.

LHP BPK mengajarkan pola yang sama

Dalam banyak pemeriksaan BUMD, BPK berulang kali menemukan masalah yang serupa: rencana bisnis yang tidak memadai, pengeluaran tidak efisien, proses pengadaan yang lemah, pengawasan internal yang tidak efektif, kerja sama tanpa mitigasi risiko, dan ketidakjelasan ukuran manfaat bagi daerah.

Pelajaran auditnya sederhana. BUMD hampir tidak pernah runtuh karena satu transaksi tunggal. perusahaan plat merah itu melemah karena tata kelola yang dibiarkan buruk dari tahun ke tahun.

“Persoalan itu dipicu karena direksi membuat keputusan tanpa studi yang memadai, komisaris tidak menguji, pemegang saham tidak meminta pertanggungjawaban, DPRD tidak mendalami, APIP terlambat masuk, auditor baru dipanggil setelah konflik pecah, sementara aparat penegak hukum baru bergerak ketika kerugian diperkirakan telah besar,’ pungkasnya. (Edr)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kota Bekasi Raih Juara Umum Cabor Muaythai Pada Porprov XV Jabar 2026
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden
Pertandingan Muaythai Pada Porprov XV Jabar Dapat Apresiasi PBMI
Tumbangkan Kabupaten Bekasi Di Ronde Pertama, Kontingen Muaythai Kota Bekasi Meluncur Bebas Ke Final
Kasus Penyadapan Ilegal jadi Momentum Jenderal Suyudi Lepaskan Polri dari Stigma Parcok Warisan Geng Solo
Tanah Adat Dirampas, Warga Yang Bela Tanah Justru Dipidanakan
Koimisi III DPR RI Percayakan kepada Polri Ungkap Kasus Penyadapan yang diduga Dilakukan oleh Listyo Sigit Cs
Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:29 WIB

Kota Bekasi Raih Juara Umum Cabor Muaythai Pada Porprov XV Jabar 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:37 WIB

Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 21:35 WIB

Pertandingan Muaythai Pada Porprov XV Jabar Dapat Apresiasi PBMI

Jumat, 6 November 2026 - 19:13 WIB

Tumbangkan Kabupaten Bekasi Di Ronde Pertama, Kontingen Muaythai Kota Bekasi Meluncur Bebas Ke Final

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal jadi Momentum Jenderal Suyudi Lepaskan Polri dari Stigma Parcok Warisan Geng Solo

Berita Terbaru

Ilustrasi  (Foto: Ist)

Opini

Polri Milik Negara Bukan Milik Kekuasaan

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:37 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman (Foto: dok. Fraksi Gerindra)

Headline

Habiburokhman: Prestasi Listyo Jadi Nol Usai Sadap Presiden

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:18 WIB