Pengamat Sebut Praktik Proyek Ijon Jadi Tantangan Calon Kepala Daerah di Kota Bekasi

- Editor

Sabtu, 16 November 2024 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Komunikasi Politik, Adi Bunardi.

Pakar Komunikasi Politik, Adi Bunardi.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sejumlah kasus korupsi yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lepas dari persoalan proyek ijon. Baik itu dalam pengadaan barang dan jasa.

Kasus tersebut dinilai sudah berlangsung dari era orde baru, namun pascareformasi ini, kasus korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa itu justru terjadi secara masif.

Pengamat komunikasi politik Adi Bunardi menilai, istilah ijon (memberikan uang di depan sebelum adanya lelang proyek) yang bersumber dari dana APBN maupun APBD menjadi PR besar bagi pemerintahan Prabowo Subianto.

“Pola yang sudah menaun dari orde baru sampai sekarang yaitu ijon. Di mana dari proses implementasi anggaran pembangunan. Dan ijon inilah akar dari proses praktik korupsi yang ada di Indonesia,” ungkap Adi dalam keterangannya yang diterima redaksi, Sabtu (16/11/2024).

“Saya kira ini yang menjadi menarik dalam konstelasi pilkada di Kota Bekasi yang memang membutuhkan biaya. yang sangat tinggi,” sambung Adi.

Baca Juga:  Herkos Ingin Jadikan Kota Bekasi Lebih Bermartabat

Menurut dia ada sebagian calon kepala daerah yang memang biayanya berasal dari kantong sendiri, namun sebagian lagi dihasilkan dari praktik proyek ijon.

“Tentunya praktik ijon itu biasanya dilakukan oleh calon kepala daerah yang pernah menjabat atau menduduki posisi tertentu di daerah tersebut,” ucap Adi.

Menurut Adi, di Kota Bekasi sudah ada dua preseden buruk terkait dengan dua Wali Kota yang ditangkap oleh KPK terkait dengan kasus korupsi yang menjeratnya.

Lebih lanjut, dua Wali Kota Bekasi sebelumnya pernah ditangkap, oleh KPK, tentunya publik tidak mau lagi ada hatrick.

“Oleh karena itu tentunya harus ada komitmen dari seorang calon kepala daerah itu sendiri. Sebab birokrasi yang bersih dari korupsi itu tergantung kepala daerahnya,” pungkas Adi. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Bekasi: Tak Dibenarkan Dirut RSUD CAM Potong Remunerasi dan Intimidasi Karyawan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Tata Kelola RSUD CAM Kota Bekasi Disorot, Pegawai Mengeluh Tekanan Kerja Hingga Dugaan Pemotongan Remunerasi
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah
FX Rudi Ungkap Rentetan Kebohongan Jokowi yang Membuatnya Kecewa Hingga Pilpres
Pengamat Ini Bongkar Skenario Besar di Balik Lengsernya Airlangga dari Ketum Golkar
Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Komisi IV DPRD Bekasi: Tak Dibenarkan Dirut RSUD CAM Potong Remunerasi dan Intimidasi Karyawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Tata Kelola RSUD CAM Kota Bekasi Disorot, Pegawai Mengeluh Tekanan Kerja Hingga Dugaan Pemotongan Remunerasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah

Berita Terbaru