JAKARTA, Mediakarya – Mantan Wakil Wali Kota Solo yang juga orang dekat Joko Widodo di awal karier politiknya, FX Hadi Rudyatmo, blak-blakan mengungkap alasan kekecewaan dan kemarahannya kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terutama pada fase Pilpres 2024 kemarin.
Dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, FX Rudi menyebut kebohongan yang berulang menjadi pemicu utama retaknya hubungannya dengan Jokowi.
“Ketika beliau tidak sesuai dengan apa yang dikatakan itulah yang membuat saya kecewa. Kebohongan itulah yang sebetulnya yang menjadikan saya kecewa pada beliau,” ujar FX Rudi seperti dikutip Mediakarya, Jumat (23/20/2026)
Soal Gibran dan Janji Tidak Berpolitik
Kekecewaan pertama, kata Rudi, terjadi saat Jokowi meminta Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo.
“Waktu beliau datang ke rumah saya itu meminta anaknya menjadi wali kota saya itu sudah kecewa. Kenapa dulu bicara seperti itu sekarang kok tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada petir kok minta menjadi wali kota,” ungkapnya.
Padahal, menurut FX Rudi, Jokowi pernah menyampaikan bahwa anaknya tidak akan berpolitik. Selain itu, Gibran dinilai belum memiliki rekam jejak organisasi sama sekali.
“Pak Jokowi sudah menyampaikan anaknya tidak akan berpolitik. Yang kedua, Gibran kan belum pernah menjadi pengurus RT, pengurus RW, ketua LPMK, kan belum pernah,” tegasnya.
Bantah Klaim 54 Kali Pertemuan PKL dan 3 Kali Digusur
FX Rudi juga membantah dua narasi ikonik Jokowi selama menjadi Wali Kota Solo.
Pertama, soal klaim pertemuan 54 kali dengan pedagang kaki lima (PKL). Menurut Rudi, pertemuan itu hanya terjadi 2 kali.
“Itu waktu itu dikumpulin oleh wartawan waktu mau pemilihan jadi gubernur itu. Tanya saja wartawannya. Bilang saja 54 kali. Padahal hanya dua kali, yang banyak itu kita. Ya jumlah 9 itu kan angka terbaik saya bilang gitu,” kata Rudi. “Ini benaran ya? Benar. Tidak ada pertemuan 54 kali,” katanya.
Kedua, soal kisah Jokowi kecil yang rumahnya digusur 3 kali di pinggir kali.
“Yang digusur tiga kali itu saya bukan Jokowi,” tegas FX Rudi yang akrab disapa Rudi.
Solo Hampir Gelap dan Misteri Uang Cash Rp13 Miliar
Rudi juga mengungkap cerita Solo yang hampir dipadamkan oleh PLN karena menunggak utang. Saat itu, Jokowi disebut meminta Pemkot membayar utang secara cash dengan pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
“Solo itu mau dipadamkan oleh PLN karena punya utang. Pak Jokowi minta dari keuangan pemkot membayar utang langsung cash dengan uang ratusan ribu dan lima puluhan ribu waktu itu. Berapa totalnya? Kira-kira 13 miliar,” ujarnya.
Pembayaran itu disebut dilakukan tanpa persetujuan DPRD. Rudi menunjukkan foto tumpukan uang cash tersebut.
“Ah ini foto waktu Esemka membawa uang. Itu untuk mengembalikan pinjaman Pemerintah Daerah Kota Solo dengan PLN karena waktu itu kan ada isu Solo gelap,” jelasnya.
Menurutnya, isu mobil Esemka sengaja dimunculkan untuk menutupi isu Solo gelap tersebut.
Mobil Esemka: Mobil Praktik SMK 2 yang Dipotong Tukang Cat
Paling mengejutkan, FX Rudi membongkar asal-usul mobil Esemka yang selama ini diklaim sebagai mobil nasional rancangan Wali Kota Solo.
“Mobil Esemka itu mohon maaf itu sebetulnya mobil pendidikan yang dipakai oleh anak-anak siswa SMK untuk praktik. Mobil Esemka itu sama Pak Joko Sutrisno itu mobil itu dipotong oleh namanya tukang cat, namanya Kiat, suruh motong dan suruh ngecat di sana bisa jadi modelnya seperti CRV itu,” bongkar Rudi.
“Sebetulnya merek apa itu? Ya mobilnya hanya SMK gitu saja, jadi mobil dari China. Yang datang ke sekolahan SMK 2 itu adalah mobil Esemka sudah. Pengadaan mobil itu sendiri siapa yang melakukan? Pak Joko Sutrisno waktu itu,” tambah Rudi.
FX Rudi juga mempertanyakan kenapa kemudian saat kampanyenya adalah Wali Kota Solo itu merancang mobil nasional.
“Bukan itu sebetulnya, kalau mau jujur mestinya nggak perlu ngomong seperti itu. Karena itu mobil itu pun mobil Esemka yang di bawah kepala dinas pendidikan. Kan sampai sekarang masih ada tuh. Mana Esemka itu? Ya nggak ada. Wong itu mobil pendidikan kok,” pungkas FX Rudi. (Ugy)









