Kemendibudristek dan IPB Kampanye Gerakan Penanaman Pohon Langka

- Editor

Senin, 20 September 2021 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mediakarya – The Souteast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) University menyelenggarakan kampanye gerakan penanaman pohon langka.

Kampanye ini sebagai bentuk kepedulian Kemendikbudristek dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pelestarian hayati di Indonesia dan komitmen negara dalam penurunan gas karbon.

“Saya ingin mengajak generasi muda untuk menanam dan mencintai pohon sejak kecil, agar kita dapat menikmati keindahan dan manfaat dari pohon,” kata Direktur Seameo Biotrop, Zulhamsyah Imran kepada Mediakarya, Minggu (19/9/2021).

Sementara Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan, untuk mendorong keberlanjutan dalam gerakan penanaman pohon langka diperlukan mindset baru bagi masyarakat dan generasi muda.

Baca Juga:  Gegara Pasang Police Line Ipda Rudy Soik Dipecat, Kapolri Diminta Turunkan Propam ke Polda NTT

“Jadi regenerative mindset perlu dibangun karena saat ini yang diperlukan bukan hanya menjaga dan membiarkan berkembang tapi lebih dari itu, menanam banyak pohon agar semakin gemar menanam pohon,” ucapnya.

Arif berharap, kedepannya diperlukan konsep triple bottom line yang perlu dibangun untuk menjaga keberlanjutan gerakan kampanye ini.

“Triple bottom line terdiri dari profit, people dan planet. Jadi bukan keuntungan saja tapi dampak terhadap lingkungan agar tercipta keberlanjutan dalam menjaga ekosistem lingkungan,” pungkasnya. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Bekasi: Tak Dibenarkan Dirut RSUD CAM Potong Remunerasi dan Intimidasi Karyawan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Tata Kelola RSUD CAM Kota Bekasi Disorot, Pegawai Mengeluh Tekanan Kerja Hingga Dugaan Pemotongan Remunerasi
Direktur INDEF Eisha Rachbini: Ekonomi Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah
Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying
NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Komisi IV DPRD Bekasi: Tak Dibenarkan Dirut RSUD CAM Potong Remunerasi dan Intimidasi Karyawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Tata Kelola RSUD CAM Kota Bekasi Disorot, Pegawai Mengeluh Tekanan Kerja Hingga Dugaan Pemotongan Remunerasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah

Berita Terbaru