Parah! Banjir di Dusun Labalubu Tak Pernah Surut Selama Setahun, Pemerintah Kemana Ya?

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, Mediakarya – Dusun Labalubu, yang terletak di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah menghadapi situasi memprihatinkan. Selama setahun terakhir, banjir yang melanda wilayah tersebut tak kunjung surut. Fenomena ini membuat aktivitas warga terganggu dan memicu kekhawatiran terkait kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut Kepala Dusun Labalubu, Sukardi (42), air mulai menggenangi dusun sejak awal Januari tahun lalu. “Setiap hari, rumah kami dikelilingi air. Bukan hanya saat hujan deras, bahkan saat cuaca cerah pun banjir tidak surut. Kami terpaksa hidup dalam kondisi ini,” ungkapnya.

Sukardi menjelaskan bahwa banjir yang berkepanjangan ini disebabkan oleh buruknya sistem drainase dan sedimentasi sungai yang semakin parah. “Sungai di sekitar dusun kami tidak mampu lagi menampung air saat hujan. Ditambah lagi, sedimentasi membuat aliran air terhambat. Kondisi ini diperburuk oleh tingginya curah hujan sepanjang tahun lalu,” jelasnya.

Aktivitas Warga Terganggu

Banjir yang tak kunjung surut ini telah berdampak besar pada kehidupan warga. Banyak rumah terendam air hingga 30 cm, memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Anak-anak pun kesulitan bersekolah karena akses jalan yang terendam.

Baca Juga:  Komitmen Jenderal Listyo Sigit Perbaiki Institusi Polri Diapresiasi

“Anak-anak tidak bisa sekolah karena banjir. Kadang-kadang mereka harus berjalan melewati genangan air setinggi lutut. Kami hanya bisa berharap ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan munculnya penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis, seperti diare, demam berdarah, dan penyakit kulit. Puskesmas setempat melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien yang datang dengan keluhan penyakit tersebut.

Meski demikian, warga berharap pemerintah dapat bertindak lebih cepat untuk mengatasi permasalahan ini. “Kami sudah lelah dengan kondisi ini. Kami hanya ingin hidup normal seperti sebelumnya,” kata Sukardi.

Banjir berkepanjangan di Dusun Labalubu menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik serta kesiapan infrastruktur untuk menghadapi perubahan iklim. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mencari solusi jangka panjang demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi
Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto
DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang
Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik
Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak
Junior Roberts Hadir di Cinta Sedalam Rindu, Akui Peran Revan Penuh Tantangan
Jelang Musda KNPI Tokoh Pemuda Kota Sukabumi Gelar Silaturahmi, Sampaikan Pernyataan Sikap
Idrus Marham Sebut Cara Kerja Menteri Golkar Nyata
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 08:44 WIB

Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:02 WIB

Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:52 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:32 WIB

Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:58 WIB

Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Headline

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB