Skandal Produk Halal Berbabi: PKB Desak Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

- Editor

Rabu, 23 April 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Temuan produk makanan bersertifikat halal yang ternyata mengandung babi memicu keprihatinan publik. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Asep Romy Romaya, mendesak Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan menindak tegas pelaku yang terlibat.

“Saya meminta penemuan ini ditindaklanjuti secara serius. Mengapa produk yang sudah mengantongi sertifikat halal bisa mengandung babi dan tetap beredar di pasaran? Ini jelas kelalaian serius yang harus segera dievaluasi,” tegas Asep saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (23/4/2025).

Hasil pengawasan gabungan BPJPH dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap tujuh produk pangan olahan yang mengandung unsur porcine (babi), meskipun telah bersertifikat dan berlabel halal. Mirisnya, sebagian besar produk tersebut merupakan makanan manis yang populer di kalangan anak-anak.

Asep menilai kasus ini sebagai preseden buruk dalam sistem sertifikasi halal nasional. Menurutnya, produk halal harus melewati proses yang ketat—mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi—untuk memastikan kesesuaian dengan syariat Islam.

“Jika label halal bisa dimanipulasi, maka kepercayaan masyarakat—terutama umat Islam—akan runtuh. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Baca Juga:  BPKN RI Dukung Total Wajib Halal, Minta Pedagang Kaki Lima Diberi Keringanan

Ia juga mendorong BPJPH segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem sertifikasi yang berlaku saat ini dan membuka hasil investigasi kepada publik. “Jika terbukti ada kecurangan dari pihak produsen, sanksi hukum harus dijatuhkan tanpa kompromi,” kata Asep.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa produsen makanan berkewajiban menjaga kehalalan produk dan melaporkan setiap perubahan komposisi bahan kepada BPJPH. Kewajiban memperbarui sertifikat halal juga harus dipatuhi secara ketat.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Asep menegaskan bahwa pelaku usaha yang lalai menjaga kehalalan produk dapat dijerat pidana penjara hingga lima tahun atau denda maksimal Rp2 miliar.

“Jangan sampai kasus ini dianggap sepele. Jika tidak ditindak tegas, ke depan bisa terjadi lagi dan lagi. Masyarakat harus dilindungi, terutama dalam hal konsumsi makanan yang sesuai dengan keyakinannya,” tegas legislator dari Dapil Jawa Barat II ini.

Asep juga meminta BPJPH melakukan evaluasi internal untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum di dalam lembaga. “Kalau terbukti ada pejabat terlibat dalam praktik manipulasi, sanksinya harus keras, bahkan sampai pemecatan. Ini menyangkut integritas lembaga dan kepatuhan terhadap syariat,” pungkasnya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara
Komisi III Apresiasi Larangan Vape di Lingkungan Polri, Adang Daradjatun: Langkah Tegas Cegah Narkotika

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIB

Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Berita Terbaru