Beri Sinyal Dukungan Kepada Ranny Fahd, Tokoh Senior Golkar Kota Bekasi Gelar Pertemuan

- Editor

Jumat, 11 September 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa tokoh senior Golkar Kota Bekasi saat bertemu dengan tim dari Ranny Fahd Arafiq

Beberapa tokoh senior Golkar Kota Bekasi saat bertemu dengan tim dari Ranny Fahd Arafiq

KOTA BEKASI, Mediakarya — Suhu politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Bekasi perlahan mulai menghangat. Tokoh-tokoh senior Golkar mulai bermunculan membuat publik bertanya siapakah figur yang akan menahkodai Golkar Kota Bekasi.

Pertanyaan pada lingkaran politik lokal Kota Bekasi mulai muncul setelah tokoh senior partai berlambang pohon Beringin, Abdul Manan, terpantau menggelar pertemuan dengan tim Ranny Fahd Arafiq dalam sebuah jamuan makan siang di Kota Bekasi, Rabu 9 September 2026.

Pertemuan krusial ini santer dikabarkan membahas peta jalan dan masa depan Partai Golkar di Kota Bekasi. Sebagai partai yang berhasil mengamankan posisi kedua terbanyak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu, arah dukungan para tetua partai menjadi sorotan utama publik.

Dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut, Abdul Manan tidak menampik. Ia menitikberatkan pandangannya pada urgensi soliditas internal partai beringin agar mampu merebut tahta kemenangan pada kontestasi politik selanjutnya.

“Saya ingin Golkar bersatu dan tidak berfaksi-faksi,” tegas Abdul Manan kepada wartawan.

Baca Juga:  Golkar: Pembentukan Koalisi Besar Ciptakan Pemerintahan yang Stabil

Posisi Abdul Manan dalam dinamika Musda kali ini terbilang unik. Meski secara definitif tidak mengantongi hak suara langsung dalam pemilihan ketua, ia dikenal sebagai sosok kingmaker partai berlambang pohon beringin di Kota Patriot.

Pengaruh dan ketokohannya dan juga sebagai ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Bekasi dinilai sangat kuat dalam mengakar hingga ke jajaran Pengurus Kecamatan (PK) maupun Pengurus Kelurahan (PL) se-Kota Bekasi.

Kendati telah duduk satu meja dengan kubu Ranny Fahd Arafiq, sang tokoh senior rupanya masih enggan membuka kartu soal arah dukungannya secara vulgar. Ia memilih menjawab diplomatis saat ditanya apakah pertemuan tersebut merupakan sinyal deklarasi dukungan penuh kepada Ranny.

“Nanti tanyakan saja dengan Faisal,” pungkasnya merujuk pada salah satu pentolan tim Ranny Fahd Arafiq.

Teka-teki arah dukungan Abdul Manan diprediksi akan terus menjadi magnet politik jelang perhelatan Musda VI, mengingat suaranya masih sangat didengar oleh akar rumput Golkar di Kota Bekasi.(Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Cek Bay Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Bendera Bintang Bulan di Aceh
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka
Bunda Neneng Dorong Peningkatan Transportasi Antarpulau dan Pemerataan Pembangunan di Kepulauan Seribu
NCW Tagih SDABMBK Kabupaten Bekasi, Temuan BPK Rp23,2 Miliar dari 7 Paket Proyek Rp169 Miliar Harus Dijawab Terbuka
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
Dari Pemkot Hingga RSUD: Mengapa Pejabat Bekasi Kompak Bungkam Saat Diminta Transparansi?
Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Cek Bay Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Bendera Bintang Bulan di Aceh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Bunda Neneng Dorong Peningkatan Transportasi Antarpulau dan Pemerataan Pembangunan di Kepulauan Seribu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:15 WIB

NCW Tagih SDABMBK Kabupaten Bekasi, Temuan BPK Rp23,2 Miliar dari 7 Paket Proyek Rp169 Miliar Harus Dijawab Terbuka

Berita Terbaru