KOTA BEKASI, Mediakarya — Suhu politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Bekasi perlahan mulai menghangat. Tokoh-tokoh senior Golkar mulai bermunculan membuat publik bertanya siapakah figur yang akan menahkodai Golkar Kota Bekasi.
Pertanyaan pada lingkaran politik lokal Kota Bekasi mulai muncul setelah tokoh senior partai berlambang pohon Beringin, Abdul Manan, terpantau menggelar pertemuan dengan tim Ranny Fahd Arafiq dalam sebuah jamuan makan siang di Kota Bekasi, Rabu 9 September 2026.
Pertemuan krusial ini santer dikabarkan membahas peta jalan dan masa depan Partai Golkar di Kota Bekasi. Sebagai partai yang berhasil mengamankan posisi kedua terbanyak pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu, arah dukungan para tetua partai menjadi sorotan utama publik.
Dikonfirmasi terkait pertemuan tersebut, Abdul Manan tidak menampik. Ia menitikberatkan pandangannya pada urgensi soliditas internal partai beringin agar mampu merebut tahta kemenangan pada kontestasi politik selanjutnya.
“Saya ingin Golkar bersatu dan tidak berfaksi-faksi,” tegas Abdul Manan kepada wartawan.
Posisi Abdul Manan dalam dinamika Musda kali ini terbilang unik. Meski secara definitif tidak mengantongi hak suara langsung dalam pemilihan ketua, ia dikenal sebagai sosok kingmaker partai berlambang pohon beringin di Kota Patriot.
Pengaruh dan ketokohannya dan juga sebagai ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Bekasi dinilai sangat kuat dalam mengakar hingga ke jajaran Pengurus Kecamatan (PK) maupun Pengurus Kelurahan (PL) se-Kota Bekasi.
Kendati telah duduk satu meja dengan kubu Ranny Fahd Arafiq, sang tokoh senior rupanya masih enggan membuka kartu soal arah dukungannya secara vulgar. Ia memilih menjawab diplomatis saat ditanya apakah pertemuan tersebut merupakan sinyal deklarasi dukungan penuh kepada Ranny.
“Nanti tanyakan saja dengan Faisal,” pungkasnya merujuk pada salah satu pentolan tim Ranny Fahd Arafiq.
Teka-teki arah dukungan Abdul Manan diprediksi akan terus menjadi magnet politik jelang perhelatan Musda VI, mengingat suaranya masih sangat didengar oleh akar rumput Golkar di Kota Bekasi.(Red)











