Pemain Yang Diincar Dalam Tim Prabowo Subianto

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Kajian Demokrasi Indonesia (FOKDEI), Syamsul Rizal Hasdi, SH

Ketua Forum Kajian Demokrasi Indonesia (FOKDEI), Syamsul Rizal Hasdi, SH

Oleh: Syamsul Rizal Hasdy, S.H.

Ketua Forum Kajian Demokrasi Indonesia (FOKDEI)

JAKARTA: Kalau Ingin Menjatuhkan Pemerintahan ini, Pukul Dasco-nya. Itu Sebuah Kesimpulan Dari Kecermatan Berfikir. Sebuah Pandangan Dari Ketajaman Mata. Dan Sebuah Strategi Dari Keefisienan Bertindak. Tapi Jadikan Itu Challenges Untuk Tumbuh Membesar Dan Menguat.

Harus diakui sangat sulit memimpin negara sebesar dan seluas Indonesia. Dengan sukunya yang banyak, tersebar dipisahkan oleh banyak pulau, yang secara otomatis memiliki banyak harapan. Bila tidak ditampung, dapat berubah menjadi perlawanan. Sehingga butuh seseorang yang mampu menjalankan diplomasi sipil dengan cara mengayomi.

Tampak orang-orang terdekat Prabowo sulit menjalankan tugas tersebut. Karena membutuhkan kecerdasan, keikhlasan, kesabaran menemui satu persatu koalisi maupun oposisi serta tokoh-tokoh masyarakat. Bekerja keras dengan rendah hati, tidak jumawa karena sedang memimpin. Memiliki intelektual, wawasan, pengalaman dan yang terpenting bisa diterima semua pihak. Pekerjaan ini mungkin hanya bisa dijalankan oleh seseorang yang _humble_ dan fleksibel, Prof. Sufmi Dasco Ahmad. Karena sepanjang perjuangan nya sejak di Gerindra, saya melihat Prof. sufmi Dasco bersama Prabowo secara kedekatan dan _inner circle_ -nya. Saya melihat hanya Prof. Sufmi Dasco yang banyak berinisiatif menjadi garda terdepan Pak Prabowo bahkan bisa dikatakan sebagai pemain jangkar dalam sepakbola.

Seorang pemain politik yang berperan sebagai penghubung antara lini depan, lini tengah dan lini belakang. Menjaga keseimbangan tim. Mencegah serangan lawan. Membantu serangan ke depan. Dan mengatur tempo permainan. Prof. Dasco memiliki ketahanan fisik, visi bermain dan fokus pada tujuan yaitu, kemenangan tim. Bukan kejayaan pribadi.

Sehingga ketika banyak serangan terhadap Prof. Dasco dari pihak eksternal, saya memaklumi. Dan saya mengangkat jempol terhadap pihak luar yang menyerang pemerintahan saat ini dengan menyerang Prof. Dasco. Itu berarti matanya jeli melihat dimana letak titik kekuatan lawan yang sebenarnya.

Baca Juga:  Antara Gus Miftah, Prabowo dan Kewalian Gus Dur

Sedangkan serangan terhadap Prof. Dasco dari pihak internal, saya sungguh prihatin. Bukankah tidak boleh kebencian itu didasarkan pada iri hati karena kehebatan teman. Bila hal itu dibiarkan maka terjadi persaingan yang tidak sehat. Akan membuat kerapuhan tim. Berujung pada keterpurukan yang memalukan. Dan kekalahan yang tidak perlu.

Biarkan pihak luar mengatakan kalau ingin menjatuhkan pemerintahan ini, pukul Dasco-nya. Itu sebuah kesimpulan dari kecermatan berfikir. Itu sebuah pandangan dari ketajaman mata. Dan itu sebuah strategi dari keefisienan bertindak.

Namun pihak di dalam Partai maupun di pemerintahan saat ini harus tetap solid. Bergerak sesuai komando dari Komandan. Berimprovisasi sesuai dengan posisi dan tugasnya masing-masing. Serta bekerja sesuai visi untuk Indonesia maju. Sebuah cita-cita luhur yang dikehendaki seluruh rakyat untuk segera direalisasikan.

Hari ini memang Prof. Dasco menjadi pemain kunci dari tim. Target lawan untuk dijatuhkan. Bidikan kawan untuk ditarik keluar. Incaran untuk diambil tim lain. Namun dengan perhatian musuh yang terfokus ke Prof. Dasco, seharusnya bisa menjadi keuntungan. Karena pemain-pemain lain menjadi dapat bergerak bebas untuk dikemudian hari juga dapat menjadi pemain kunci.

Jadikan serangan terhadap Prof. Dasco sebagai sebuah tantangan. Suatu usaha yang memerlukan upaya besar untuk diatasi. Ini adalah sebuah _challenges_ bagi pemerintahan Prabowo untuk tumbuh, membesar dan menguat. Lalu selanjutnya adalah sejarah yang dituliskan dengan tinta emas.***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalur Mandiri Jadi Kotak Hitam, Biaya Tembus Rp1,5 M: Menjaga Gerbang Kampus Demi Kualitas
Rupiah Murah, Rasuah Meriah
Mengenal Lebih Dekat Kepala BGN Nanik S Dayeng
Program Makan Bergizi Gratis: Siapa Sebenarnya Diuntungkan?
Kekayaan Nasional Itu Kekayaan Seluruh Warga Negara Indonesia
Merayakan “Kematian” Pancasila
Dari Pra Bowo ke Paska Bowo
Penafsiran Tegas MK: Membangkitkan Semangat Kerja Pejabat Publik dan PNS dari Tafsir yang Menjeratkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Jalur Mandiri Jadi Kotak Hitam, Biaya Tembus Rp1,5 M: Menjaga Gerbang Kampus Demi Kualitas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:17 WIB

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:32 WIB

Mengenal Lebih Dekat Kepala BGN Nanik S Dayeng

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:04 WIB

Program Makan Bergizi Gratis: Siapa Sebenarnya Diuntungkan?

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:46 WIB

Kekayaan Nasional Itu Kekayaan Seluruh Warga Negara Indonesia

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB