Ungkap Kasus Korupsi Alat Olahraga, Kader Senior Partai Golkar Dorong Kejari Kota Bekasi Periksa Tri Adhianto

- Editor

Rabu, 21 Mei 2025 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Zainul Miftah. (Kanan)

Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Zainul Miftah. (Kanan)

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Sekjen Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Zainul Miftah, mendorong agar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, Zarkasih untuk mengajukan Justice collaborator (JC)  (JC) sehingga kasus yang menimpa dirinya dapat terungkap secara terang benderang.

“Agar kasus ini tidak menjadi liar dan pihak-pihak yang saat ini disebut-sebut ikut menikmati uang korupsi alat olahraga itu dapat diungkap di muka persidangan, akan lebih baik jika Zarkasih dan tersangka lainya memberikan informasi yang sejelas jelasnya, Kemana saja uang hasil korupsi itu mengalir,” kata Zainul dalam keterangannya, Selasa (20/5/2025).

Selain itu, Zainul menegaskan bahwa Golkar Kota Bekasi tetap solid, dan partainya sebagai penyeimbang pemerintahan Tri Adhianto-Harris Bobihoe. Terkait dengan kasus korupsi alat olahraga yang menyeret sejumlah ASN Kota Bekasi, pihaknya mendorong diungkap pihak yang diduga ikut menikmati uang haram hasil korupsi pengadaan alat olahraga.

“Kami mendesak agar Kejari Kota Bekasi dapat mengungkap aktor intelektual di balik kasus korupsi yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah tersebut. Siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi itu harus diperiksa, tak terkecuali jika Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ikut terlibat maka harus diperiksa,” tegasnya.

Baca Juga:  Ahmad Doli Kurnia: Partai Golkar Optimis Hadapi Pileg 2024

Zainul menepis tudingan bahwa sejumlah kader Golkar Kota Bekasi merapat ke Tri Adhianto, lantaran kondisi partai berlambang pohon beringin yang pernah digawangi mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi itu tengah mengalami perpecahan.

“Kami tegaskan, Golkar Kota Bekasi tetap mendukung kebijakan Pemkot Bekasi yang pro rakyat. Namun demikian jika ada penyimpangan anggaran tentu harus kritis,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu kader Golkar Kota Bekasi merapat dengan Tri Adhianto. Bahkan, kader Golkar tersebut ikut memberikan komentar bahwa tudingan Tri Adhianto ikut terlibat dalam kasus korupsi alat olahraga itu merupakan fitnah.

Sontak saja, pernyataan kader Golkar yang diduga membackup Tri Adhianto itu mendapat reaksi beragam dari sejumlah kader senior Partai Golkar baik daru tingkat pusat maupun daerah. Mereka beranggapan bahwa pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi bukan atas nama partai.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jadi Korban Intimidasi, Mujiono Dipaksa Akui Kesalahan
AHY Cup 2026: Paja One Juara, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
BPKN RI Dorong Lima Langkah Konkret Lindungi Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau
Lulusan Aero Astra Akademia Raih Penghargaan Usai Selamatkan Anak Tamu di Mercure Karawang
5 Cara Cari Cuan dari Media Sosial, Kreator Perlu Pahami Audiens dan Data
Berseloroh Eksploitasi Tubuh Perempuan, KDM Dituding Pejabat Krisis Moral dan Miskin Adab
Kejahatan Perbankan Didorong Masuk RUU Perampasan Aset, Pengamat: Bukti 13 Jenis Pidana Belum Cukup
Peringati HUT ke-25, Demokrat Jakarta Gelar AHY Cup 2026

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 03:25 WIB

Jadi Korban Intimidasi, Mujiono Dipaksa Akui Kesalahan

Minggu, 6 September 2026 - 22:46 WIB

AHY Cup 2026: Paja One Juara, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda

Minggu, 6 September 2026 - 18:54 WIB

BPKN RI Dorong Lima Langkah Konkret Lindungi Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 11:59 WIB

Lulusan Aero Astra Akademia Raih Penghargaan Usai Selamatkan Anak Tamu di Mercure Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 10:30 WIB

5 Cara Cari Cuan dari Media Sosial, Kreator Perlu Pahami Audiens dan Data

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Hukum

Jadi Korban Intimidasi, Mujiono Dipaksa Akui Kesalahan

Senin, 7 Sep 2026 - 03:25 WIB