Ditandai Kode Alam: Menanti Kemunculan Satrio Piningit

- Editor

Minggu, 6 September 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Oleh: Romo Edi Purwanto

JAKARTA, Mediakarya – Tanda letusan gunung tidak hanya dipandang sebagai peristiwa geologis, tetapi juga sebagai tanda kosmis atau pesan spiritual dari alam. Dalam cerita masyarakat Jawa tradisional, terutama di sekitar Gunung Merapi, melihat gunung sebagai poros dunia dan tempat yang sakral.

Letusan besar sering dihubungkan dengan babak baru sejarah atau ketidakharmonisan tatanan politik (legitimasi raja atau pemimpin). Contohnya, letusan Merapi kerap dikaitkan dengan siklus pergeseran jaman atau peringatan moral bagi penguasa.

Sementara, dalam mitologi Jawa, gunung meletus dipandang bukan sekadar fenomena geologis, melainkan simbol ketidakharmonisan kosmis, murka kekuatan gaib, atau pertanda zaman (seperti datangnya goro-goro)

Letusan gunung kerap dihubungkan dengan memudarnya legitimasi penguasa atau hilangnya keselarasan moral manusia dengan alam. Tidak hanya itu, fenomena itu juga sering diidentikkan dengan masa kekacauan sebelum babak atau tatanan zaman baru dimula.

Seorang Satrio piningit yang terlahir di lereng Gunung Slamet dipercaya dalam cerita rakyat Jawa akan muncul untuk memimpin tatanan zaman baru di Nusantara

Baca Juga:  Kemelut Timur Tengah: Siapa yang Keras Kepala?

Sebab Keraton Api sekadar sebagai tanda. Gunung yang berfungsi seperti ini adalah Gunung Slamet yang bertindak sebagai tetenger (tanda) adanya kebaikan yang melahirkan Satrio piningit

Maka hari ini dan hari-hari yang akan datang suasana panas akan melanda negeri ini. Keributan rentan tersulut. Manusia gampang terpancing emosi. Perselisihan diselesaikan melalui adu phisik. Dan dari sisi politik, rebut kekuasaan, perang intrik dan fitnah tak terhindarkan.

Ritme ini terus meninggi sampai semuanya reda kembali. Dengan kepemimpinan Satrio Piningit dari Gunung Slamet Lahir memimpin untuk harmonisasi Kraton Laut, Kraton Api, dan Kraton Manusia.

Mari kita lihat, pantau, dan renungkan berbagai bencana yang sedang melanda negeri ini. Tentu, sambil berdoa. Untuk menantikan muncul Satrio Piningit memimpin Nusantara

Penulis: Pemerhati Budaya dan Pelestari Lereng Gunung Merapi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ambang Batas Pilkada: Antara Pembatasan Hukum dan Ketidakpuasan Rakyat yang Terakumulasi
Mensintesakan Pemikiran Soemitro dan Mubyarto
RUU Perampasan Aset: Antara Tujuan Mulia, Ketidakpastian Politik dan Risiko yang Harus Diwaspadai
Arsitektur Majelis Kedaulatan Rakyat
NU dan Landscape Demokrasi
BANK Sentral Belanda Mulai Tarik Kepercayaan dari AS
UUD 1945 Cetak Biru Indonesia
Motif Politik di Balik Kursi Kosong dan Hak Moral Rakyat yang Terluka

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:31 WIB

Ambang Batas Pilkada: Antara Pembatasan Hukum dan Ketidakpuasan Rakyat yang Terakumulasi

Minggu, 6 September 2026 - 16:35 WIB

Ditandai Kode Alam: Menanti Kemunculan Satrio Piningit

Sabtu, 5 September 2026 - 11:10 WIB

RUU Perampasan Aset: Antara Tujuan Mulia, Ketidakpastian Politik dan Risiko yang Harus Diwaspadai

Jumat, 4 September 2026 - 13:16 WIB

Arsitektur Majelis Kedaulatan Rakyat

Jumat, 4 September 2026 - 03:42 WIB

NU dan Landscape Demokrasi

Berita Terbaru