Dapur MBG Wajib Punya SLHS, Kata Ketua LAS : Jangan Sekedar Formalitas

- Editor

Senin, 6 Oktober 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu makanan MBG (Ist)

Menu makanan MBG (Ist)

SUKABUMI, Mediakarya – Ketua Lintas Aktivis Sukabumi Gilang Gusmana menegaskan seluruh dapur penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Meski begitu, ia mengingatkan agar sertifikasi itu tidak hanya sebatas formalitas.

SPPG harus punya SLHS, kabarnya nanti jadi syarat mutlak. Tetapi yang lebih penting sebenarnya kontrolnya, jangan sampai asal sertifikasi,” kata Gilang kepada awak media, senin (06/10/2025)

Ia menekankan pentingnya sistem akreditasi serta pelatihan bagi para pekerja dapur SPPG Tujuannya agar menu yang disajikan benar-benar tinggi nutrisi dan bahan bakunya dipilih secara teliti.

masih menurut Gilang, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang terdengar mulia — tapi jangan sampai cuma kenyang di spanduk, lapar di lapangan.

Banyak daerah belum siap, data penerima masih acak – acakan bahkan dapur pelaksana kadang asal jalan tanpa standar gizi yang jelas.

“Kalau benar mau menyehatkan rakyat, program ini harus transparan, melibatkan masyarakat lokal, dan memastikan setiap rupiah anggaran tepat sasaran” ujarnya

Baca Juga:  Dinyatakan Tidak Melakukan Pelanggaran, Bawaslu Pamekasan Hentikan Kasus Gus Miftah Money Politics

Ia mengungkapkan, Bukan sekadar bagi nasi dalam foodtray , tapi membangun kemandirian pangan dan keadilan gizi.

“Rakyat nggak butuh program pencitraan, tapi program yang benar-benar memberi dampak. Akhir-akhir ini banyak peristiwa di beberapa daerah terjadi keracunan masal akibat kelalaian dan tidak patuh terhadap SOP yang susah di tetapkan” ungkapnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jangan cuma jadi proyek bagi-bagi nasi k tanpa standar.

“Fakta di lapangan, banyak dapur pelaksana belum punya SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) — artinya, secara hukum dan kesehatan, belum layak produksi makanan massal. Ironis, program yang digadang-gadang untuk menyehatkan anak bangsa justru berisiko menyebar penyakit karena abai terhadap standar kebersihan dan gizi” ucapnya

Kalau pemerintah serius sambung Gilang, “harusnya SLHS dijadikan syarat mutlak sebelum satu butir nasi keluar dari dapur MBG.Transparansi pengadaan, validasi penerima manfaat, dan keterlibatan masyarakat lokal juga wajib diperkuat.

Rakyat butuh gizi yang sehat, bukan proyek instan penuh seremonial” pungkasnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas
Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik
Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh
Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra
Bupati Nias Selatan Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Lewat Program PKG
Analis Hukum Ini Soroti Kasus Dugaan Perundungan Terhadap Masyarakat Adat Pulau Seram
Patriot Merdeka Cup Sajikan Padel Meriahkan HUT RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Guru PPPK Hanya Masuk Sekali Sebulan, PBM di SDN Hilinifaoso Nyaris Lumpuh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Nias Selatan Gelar Open Turnamen Tenis Meja Ganda Putra

Berita Terbaru