Ekspor Vanili Bali Melonjak

- Editor

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DENPASAR. Mediakarya – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali (Karantina Bali) mencatat adanya lonjakan ekspor komoditas vanili pada triwulan ketiga tahun 2025. Dari data sertifikasi Karantina Bali, tercatat ekspor vanili hingga bulan ini sebanyak 126 ton dengan total nilai ekspor sebesar 56,5 milyar rupiah.

“Nilai itu meningkat, terutama pada triwulan ketiga ini, pada triwulan pertama jumlahnya sekitar 14 miliar, sedangkan triwulan ketiga ini sebanyak 28,7 miliar,” ungkap Heri Yuwono, Kepala Karantina Bali melalui keterangan tertulisnya, di Denpasar, pada Senin (6/10/2025).

Menurut Heri, beberapa negara tujuan ekspor vanili dari pulau dewata tersebut diantaranya adalah Amerika Serikat, Australia, Jerman, dan Jepang. Ia menegaskan bahwa, Karantina Bali terus mendukung dan memberikan pelayanan terbaik untuk kelancaran ekspor vanili dan komoditas karantina lainnya. Memastikan bahwa komoditas yang akan diekspor dari Bali aman, bebas hama dan penyakit, serta memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan.

Baca Juga:  Peruri-Polban Kerja Sama Sediakan Layanan Digital Legalisasi Ijazah

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa vanili merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat menjanjikan. Si emas hijau dari Indonesia tersebut memiliki kadar vanilin yang tinggi dan aroma yang kuat, tak heran kalau banyak diminati. Indonesia juga menjadi produsen vanili terbesar kedua di dunia setelah Madagaskar.

Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa Barantin melalui Karantina Bali berkomitmen untuk mendukung program prioritas pemerintah yaitu mendukung ketahanan pangan serta perdagangan global.

“Peningkatan layanan melalui digitalisasi, peningkatan SDM, analisis labiratorium yang berkualitas, juga sinergi antar lembaga terutama di tingkat daerah akan terus kami lakukan, termasuk pendampingan pelaku usaha agar komoditasnya memenuhi persyaratan karantina negara tujuan,” pungkas Heri. (BUD)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
80 Pelaku Ekonomi Kreatif Aceh Utara Didorong Naik Kelas Lewat Ruang Kreatif Merah Putih
Keterangan Kontradiktif, Cabdisdik Wilayah XIV Bantah Beri Tugas Luar Kepala SMAN 2 Mazo
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB