Munas Ke I, Lambang Partai Berkarya Berubah Jadi Burung Elang

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Munas Ke I Partai Berarya (Foto: Antara)

Munas Ke I Partai Berarya (Foto: Antara)

JAKARTA, Mediakarya – Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono (PR) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Berkarya periode 2025-2030 melalui hasil musyawarah nasional (munas) I, yang berlangsung pada 30 Oktober-1 November 2025 di Jakarta.

Dalam pidato penutupan Munas, Muchdi PR menyatakan bahwa munas I menjadi momentum kebangkitan partai menuju masa depan politik Indonesia yang bersih dan beretika.

“Kita tinggalkan masa lalu, kita songsong masa depan dengan semangat baru,” kata Muchdi seperti dilansir dari Antara, Senin (3/10/2025).

Menurutnya, Partai Berkarya bukan hanya sekadar partai politik, tetapi wadah perjuangan bangsa.

“Kita akan berkarya, bukan untuk kepentingan segelintir orang, tetapi untuk rakyat dan untuk Indonesia,” ujarnya.

Munas I tersebut dihadiri oleh 38 Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi dan 416 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia serta diikuti oleh unsur DPP, organisasi sayap, dan para kader senior.

Pemilihan ketua umum dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Irmanjaya Thaher yang juga bertindak sebagai pimpinan sidang pleno paripurna tetap.

Irmanjaya menyampaikan hasil Munas I itu akan segera didaftarkan dan dilaporkan kepada Kementerian Hukum (Kemenkum) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai bagian dari konsolidasi hukum dan administratif partai.

Baca Juga:  Pasca Prabowo Dilantik, Pengamat Ini Prediksi Golkar Bakal Balik Badan Tinggalkan Jokowi

“Keputusan munas ini sah, konstitusional, dan demokratis. Seluruh peserta hadir secara fisik dan daring dengan mandat sah. Dengan semangat baru, kita akan wujudkan Partai Berkarya sebagai partai suara bangsa,” katanya.

Dalam munas I tersebut, juga diputuskan pergantian lambang Partai Berkarya dari pohon beringin menjadi burung elang garuda berkepala emas.

Simbol baru tersebut mencerminkan visi kemandirian, kekuatan, dan keberanian dalam membela kepentingan rakyat serta menjaga kedaulatan bangsa.

“Elang adalah lambang kejayaan, keberanian, dan pengabdian. Ia terbang tinggi dengan mata tajam memandang masa depan bangsa,” ungkap Irmanjaya.

Selain itu, munas I juga menetapkan mars Partai Berkarya “Bangkitlah Berkarya untuk Indonesia” dan hymne Partai Berkarya “Berkarya untuk Suara Bangsa”.

Adapun arah dan keputusan strategis munas I, yaitu menetapkan program kerja nasional 2025-2030, yang menekankan konsolidasi organisasi, kaderisasi politik, dan digitalisasi partai; menetapkan slogan baru “Partai Berkarya, Suara Bangsa”.

Kemudian, meneguhkan komitmen menjadi partai peserta Pemilu 2029 dengan target menempatkan kader di DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan jabatan eksekutif daerah; serta menginstruksikan konsolidasi nasional berjenjang hingga tingkat kecamatan dan desa dalam enam bulan pasca munas.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:33 WIB

Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Berita Terbaru