Home / DKI

Uus Kuswanto, Kini Jadi Birokrat Nomor Satu di Jakarta

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhadam – Guru Besar IPDN dan Ketua Umum Alumni Angkatan Kosong Empat STPDN (PASOPATI)

Uus Kuswanto, Purna Angkatan 04 STPDN Tahun 1995 dilantik hari ini, 1 Des 2025, sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Ia lahir di Ciamis, 52 tahun lalu, tinggal di Tasik, kontingen Jabar yang sejak awal bertugas di Ibukota Jakarta.

Ia tipikal birokrat yang sabar, berhati-hati, mudah bergaul, agamis, dan murah senyum. Diruangan mantan Walikota Jakbar itu dipenuhi lantunan religi. Minggu lalu, kami sempat Jumatan, sekalian menikmati suasana masjid kecil berdesain Madinah, hasil jerih payah beliau senilai kurang lebih 19 M.

Ia bercerita tentang pengalaman hidup dan jalan Tuhan menuju posisi orang ketiga di Provinsi Jakarta. Dilingkungan birokrasi tentu saja beliau orang nomor satu yang membawahi pegawai di 5 kota, 44 kecamatan, 267 kelurahan, dan 11 jutaan penduduk.

Uus membiarkan dirinya terbawa nasib yang ditentukan olehNya. Di tengah dinamika politik tingkat tinggi, Ia justru dituntun Tuhan lewat tangan para politisi kelas kakap. Ia punya modalitas sosial yang menciptakan jaringan di level atas hingga perangkat terbawah. Senyap dan efektif.

Ia bukan seorang intelek yang bicara tinggi. Ia bercakap apa adanya. Standar seperti birokrat lainnya, asalkan sesuai norma dan peta rencana yang sudah disiapkan. Tak ada improvisasi berlebihan. Ia tak mau melampaui, tak juga kekurangan. Pokoknya pas sesuai pakem birokrasi.

Ia dipilih mungkin karena kenetralan. Pak Gub butuh Pamongpraja Muda tanpa afiliasi yang menciptakan kotak-kotak. Tanpa pretensi terhadap jabatan berlebihan. Pamong yang mampu menjaga jarak, berdiri di semua warna, termasuk warna merah, krem, dan putih.

Uus punya segudang pengalaman. Merangkak dari bawah. Bukan birokrat bermodal katebelece, apalagi kaleng-kaleng, di suntik biar cepat mengembang. Bukan Pisang Cavendis yang di peram agar lekas masak lalu busuk. Ia menjalani semua tahapan dari Lurah, Camat, Walikota, hingga Sekda.

Baca Juga:  Kerja Sama dengan Bank Jakarta, Wagub Rano Ingin Persija Jadi Simbol Kejayaan Jakarta

Kemampuan menempatkan posisi di setiap sirkulasi kepemimpinan membuatnya teruji. Ia tak merasa dizolimi, diisolasi, apalagi dibuang. Baginya semua punya hikmah, proses belajar menunggu waktu terbaik. Ia menyadari semua itu tanpa merasa didiskriminasi, apalagi disalib oleh senior dan yunior.

Birokrasi menurutnya hanya organ kecil tempat pegawai diuji. Mungkin tak sampai disini, boleh jadi hingga pintu istana, seperti para pendahulunya. Ia belajar pada siapa saja. Termasuk pola kepemimpinan militer, polisi, sipil, hingga swasta. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Tinggal bagaimana mengadaptasi.

Semua itu bertujuan memahami perilaku guna memudahkan cara kita bersentuhan mencapai tujuan kolektif. Kali ini Ia dipercaya Mas Pram dan Bang Doel memandu birokrasi dilingkungan pemerintahan paling bergengsi, eks Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Ia dirigent bagi 46.404 ASN.

Ia mesti pintar mewadahi arus utama Nawa Cita dan Visi Pak Gub. Pengembangan Jakarta sebagai Kota Global. Memahami garis pantai reklamasi hingga perbatasan sepanjang Pantura. Meletakkan nasionalisme lewat jalinan pertumbuhan kota tanpa dominasi oligarki, tapi milik semua. Milik Republik Indonesia untuk keadilan sosial.

Semua kerja itu tak mudah. Butuh keseriusan, kesabaran, nyali, dan kemampuan menjinakkan kepentingan disana-sini. Perlu relaksasi dihadapan orang-orang yang merasa besar kepala karena harta, jabatan, dan popularitas. Butuh keberanian bernegosiasi, membangun kehangatan di hulu sampai hilir kaum Betawi. Butuh sosialita yang menyentuh semua.

Meski begitu kata Vince Lombardi, kepemimpinan bukan soal kesempurnaan, melainkan kemampuan berayun mengatasi kekurangan dan belajar dari kekeliruan. Kita optimis, Uus dapat memperbaiki apa yang masih berserakan lewat tanggungjawabnya selaku sekretaris daerah. Dalam asa dan doa itu pula, kita berharap Ia mampu meraih harapan Jakarta. (***)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Pras: Usia 500 Tahun Jakarta, Momentum Memperkuat Pondasi Pembangunan yang Beroientasi Pada Kesejahteraan Masyarakat
Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12 WIB

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik

Senin, 15 Juni 2026 - 13:47 WIB

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB