BPKN RI: Era Baru Perlindungan Jamaah Haji dan Umrah Menuju Haji 2026 Ramah Konsumen

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penyelenggaraan Haji dan Umrah yang aman, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengaduan Konsumen Lintas Kementerian/Lembaga Sektor Pariwisata dengan tema “Membangun Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang Aman, Transparan, dan Berkeadilan bagi Konsumen” yang digelar di Hotel Avenzel Cibubur, Kamis (4/12/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan utama, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, BPKH, Polri, Asosiasi Penyelenggara, hingga BPSK dan organisasi masyarakat.

Ketua BPKN RI Mufti Mubarok menegaskan bahwa hari ini menjadi momentum bersejarah. “Cukup sudah jemaah kita menjadi korban ketidakpastian. Negara hadir penuh. Kita pastikan setiap rupiah, setiap janji fasilitas, dan setiap hak konsumen jemaah dilindungi secara nyata,” ujarnya.

Menurut Mufti, sejatinya haji adalah suatu hal yang harus ramah konsumen. Artinya, konsep pelayanan haji sudah tentu harus menekankan aspek biaya, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah.

Tiga Agenda Besar Demi Jemaah Indonesia

Berdasarkan hasil kesepakatan lintas kementerian/lembaga, BPKN RI menegaskan tiga terobosan strategis.

Pertama, pembentukan sistem pengaduan terpadu nasional. Melalui sistem ini, semua pengaduan akan masuk dalam satu pintu nasional sehingga kasus dapat ditangani lebih cepat, terkoordinasi, dan transparan. “Tidak boleh lagi ada jemaah yang bingung harus mengadu ke mana. Semua tercatat, semua terlacak,” tegas Mufti.

Kedua, penerapan standarisasi refund nasional dan sanksi tegas. Melalui kebijakan ini, seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) wajib mengikuti mekanisme refund nasional. “Travel nakal yang tidak mengembalikan dana dan tidak memberikan layanan sesuai paket akan diberikan sanksi tegas, termasuk rekomendasi pencabutan izin dan penindakan oleh Polri,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Batubara Dunia Anjlok, Kenapa Pengusaha Tambang Tetap Tenang: CBA Sorot Kebijakan DMO Rugikan PLN

Ketiga, pelaksanaan audit berkala dan pengawasan real-time. Dalam agenda ini, seluruh penyelenggara akan dikenakan audit rutin, manajemen risiko, dan pemantauan perjalanan jemaah secara real-time demi mencegah gagal berangkat dan penyimpangan layanan.

Perlindungan Konsumen: Bukan Pelengkap, Tapi Fondasi Utama Haji–Umrah Indonesia

Rakor ini juga menyepakati sejumlah langkah lanjutan. Di antaranya, penyusunan SOP dan SPM layanan haji dan umrah sebagai turunan UU Nomor 14 Tahun 2025, publikasi daftar resmi PPIU-PIHK patuh dan bermasalah agar masyarakat dapat memilih dengan aman, serta pembentukan forum independen haji-umrah secara berkala.

Selain itu, disepakati pula kerja sama BPKN, Kemenko Pangan, dan Kementerian Haji dan Umrah terkait keamanan makanan, transportasi, dan akomodasi jemaah, serta penguatan peran Polri dalam penindakan travel ilegal.

Mufti menambahkan, semua pihak sepakat agar tidak ada lagi ruang bagi travel abal-abal dan praktik yang merugikan jemaah.

“Setiap tahun, lebih dari satu juta masyarakat Indonesia mempercayakan perjalanan suci mereka kepada penyelenggara. Kepercayaan itu tidak boleh dikhianati. Perlindungan konsumen bukan hanya isu ekonomi, ini isu moral dan isu kemanusiaan,” tegasnya.

“Dan mulai hari ini, kita tidak hanya memperbaiki sistem, namun juga membangun ekosistem haji dan umrah yang ramah konsumen, berkeadilan, dan berintegritas,” imbuh Mufti. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara
Pakar Lingkungan Hidup Ini Kritik soal Tata Kelola Sampah di Tangsel
Bulog dan 100 Infrastruktur Pascapanen: Pembelajaran dari Masa Lalu
Penuhi Kebutuhan Iduladha 1447 H, Perumda Dharma Jaya Targetkan Penyediaan 900 Ekor Sapi
HAKU Almond Classic Deluxe Jadi Andalan Glico WINGS, Ajak Gen Z Temukan Momen Tenang di Tengah Kesibukan
Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, PII Dorong Audit Total dan Implementasi ATP Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:21 WIB

Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:58 WIB

Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:27 WIB

Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:40 WIB

Pakar Lingkungan Hidup Ini Kritik soal Tata Kelola Sampah di Tangsel

Kamis, 30 April 2026 - 09:08 WIB

Penuhi Kebutuhan Iduladha 1447 H, Perumda Dharma Jaya Targetkan Penyediaan 900 Ekor Sapi

Berita Terbaru

Logo Bank yqng tergabung dalam Himbara (Foto: Int)

Ekonomi & Bisnis

Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:58 WIB

Ucapan Hari Buruh 2026 (Foto: AI)

Opini

Negara Bicara Angka, Pengangguran Bicara Realita

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:33 WIB

Ucapan Hari Buruh 2026 (Foto: AI)

Headline

Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:27 WIB