KPK Dituding Tak Bernyali Periksa Jokowi dalam Kasus  Korupsi Kuota Haji

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi.

Direktur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi.

JAKARTA, Mediakarya – Direktur eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi, kagum terhadap keberhasilan Malaysia dalam memberantas korupsi setelah sebelumnya negeri Jiran itu belajar soal pemberantasan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dimiliki Indonesia.

“Selama 15 tahun lalu, Malaysia menjadikan KPK sebagai role model pemberantasan korupsi. Mereka kagum sekali kepada independensi KPK. Sekarang, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), KPK-nya Malaysia, kehebatan dan keberaniannya jauh melewati kita,” ujarnya seperti yang dikutip dari akun X @islah_bahrawi, Sabtu (17/1/2026).

“Mereka sangat independen dan ditakuti karena bebas dari partikel kepentingan politik,” imbuh Islah.

Saat ini, lajut Islah, mereka (SPRM) telah memenjarakan mantan Perdana Menteri Najib dan berani memenjarakan beberapa jenderal tentara dengan mengurai sindikasi korupsi di tubuh Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

Baca Juga:  AS Dilanda Kebakaran Hebat, Pernyataan Donald Trump Langsung Dijawab Oleh Hukum Alam

Menurutnya, semua politisi takut untuk melakukan “gerakan tambahan” karena merasa mata SPRM ada di mana-mana.

Islah menuding KPK hanya hebat mengelola publikasi dan media. “Jangankan manggil Jokowi, manggil Bobby Nasution saja nyalinya ciut,” katanya.

Lebih lanjut, nyali KPK dalam mengugkap kasus kuota haji 2023-2024 yang menyeret Fuad Maktour,  keberaniannya hanya sampai pencekalan. “Ironis dan bikin aura pesimis terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia,” tutup dia. (Edr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:57 WIB

Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB