Anies Tak Pernah Jalan Mundur

- Editor

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies Baswedan (Ist)

Anies Baswedan (Ist)

Oleh: Yusuf Blegur

Produk pilpres 2024 telah menegaskan siapa yang menjadi pemimpin sebenarnya dan siapa penjahat sesungguhnya. Tanpa makar dan tanpa revolusi, rezim kekuasan telah membongkar dan menelanjangi kebobrokannya sendiri

Dengan kesadaran transendental yang dimiliki Anies. Maka tidaklah sulit baginya untuk memaknai bahwa kepemimpinan adalah ‘given’. Pemimpin itu memikul dan terpikul natur, bukan hasil rekayasa atau dibentuk. Begitupun kekuasaan, tidak ada yang hakiki selain hanya Tuhan yang bisa menitipkan dan mengambilnya kembali.

Begitu besar anugerah dan ujian yang diberikan Tuhan kepada seorang Anies Baswedan. Kalam dan kasih sayang Tuhan telah menjadikan Anies mengemban tugas rektor perguruan tinggi. Kekuasaan Tuhan telah mengijinkan Anies sebagai seorang menteri. Kebesaran Tuhan merestui Anies menduduki jabatan gubernur. Dalam beberapa amanah Tuhan dengan jabatan yang dipikul Anies. Kehendak Tuhan juga yang tak mengijinkankan Anies menjadi presiden dalam pilpres 2024.

Anies Baswedan menjadi fenomena sekaligus anomali dari politik kontemporer Indonesia selama satu dekade ini. Anies seperti menjadi plot twist yang terus berkelanjutan dari alur cerita konstitusi dan demokrasi yang penuh distorsi dan manipulasi. Anies mengemuka diusung dan dielu-elukan oleh gelombang dengan ombak besar perubahan dan perbaikan negeri.

Seiring itu Anies juga terus ditenggelamkan oleh kekuasaan tiran yang destruktif dan konspiratif. Anies tak pernah berhenti menyantap sajian politik yang menghina dan merendahkannya, dengan bumbu pedas isu, intrik, dan fitnah yang menjadi menu sehari-hari.

Dalam pusaran psikopolitik rakyat yang lahir, tumbuh, dan terbentuk oleh kultur kolonial dan feodal. Rezim menjadikan struktur formal negara sebagai konstruksi kekuasaan dominan dan hegemoni terhadap semua denyut nadi kehidupan rakyat.

Menjadikan pemimpin-pemimpin birokrasi dan elit politik sebagai majikan dan menempatkan rakyat sebagai budak. Eksplotasi manusia atas manusia dan eksploitasi bangsa atas bangsa justru menjadi penjajahan nasional terus muncul ke permukaan di tengah arus imperialisme global.

Realitas kekinian yang menyeret kuat Indonesia dalam kondisi “goverment less” dan “failed state”. Justru menjadikan Anies sebagai figur pemimpin yang begitu sangat diharapkan sekaligus ingin disingkirkan. Kegelisahan dan ketakutan terhadap krisis multidimensi yang menjadikan rakyat sebagai bulan-bulanan kemerosotan ekonomi, politik, dan hukum serta pertahanan dan keamanan negara.

Membuat Anies di satu sisi diharapkan mampu mewujudkan gagasan perubahan dan perbaikan bangsa oleh sebagian besar rakyat. Di lain sisi, sekelompok pemilik kebijakan dan modal besar mewujud oligarki korporasi dan partai politik yang didukung instrumen vital dan strategis seperti TNI dan Polri, cenderung menyingkirkan potensi dan peran kepemimpinan Anies.

Baca Juga:  Suaminya Dihujat Gegara Sebut Anies Pembohong, Istri Giring Nidji Bungkam

Anies tak ubahnya berada dalam pusaran tsunami raksasa dan gempa politik berkekuatan tinggi, ketika menghadapi sistem penghisapan sumber daya manusia berwajah kebodohan dan kemiskinan terstruktur, sistematis dan masif. Anies dengan visi dekonstruksi dan rekonstruksi Indonesia telah menjadi ancaman sekaligus musuh yang membahayakan bagi kekuasaan tiran beserta kroni dan semua irisannya.

Anies Baswedan tetaplah menjadi pemimpin teladan baik dalam pemerintaan maupun di luar lingkar kekuasaan. Anies sejatinya telah menjadi pemimpin yang memikul natur dan terpikul Natur. Mengemban semua amanat penderitaan rakyat sekaligus berupaya menghadirkan kemakmuran dan keadilan rakyat sesuai cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia dan keinginan luhur para pendiri bangsa.

Lalu, bagaimana memulainya dan dari mana melakukannya untuk menyambut datangnya perubahan untuk Indonesia yang lebih baik?. Menghidupi jiwa, pikiran, dan kerja-kerja nyata, menjadi bukti karakter unggul kepemimpinan yang tak akan pernah mati dalam diri seorang Anies Sama halnya dengan mendirikan Indonesia Mengajar untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan dan upaya mencerdaskan bangsa.

Aksi Bersama Anies Baswedan menjadi jawaban, bahwasanya jalan pengabdian untuk rakyat, bangsa, dan negara tak pernah berhenti meskipun kewenangan dan otoritas kebijakan publik tak digenggam.

Melalui pembangunan infra struktur jembatan bagi wilayah pelosok dan terputus dari jalur transportasi sosial budaya dan sosial ekonomi. Pada hakikatnya, Anies bukan saja membangun jembatan fisik sebatas untuk kepentingan ekonomi dan politik semata, melainkan telah menghubungkan silaturahmi dan semangat kebangsaan yang menjadikan keberagaman dan kemajemukan benar-benar hadir dapat merasakan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan bagi semua anak bangsa.

Apa yang telah dilakukan Anies, sungguh kerja-kerja ideologis dan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Tanpa korupsi dan manipulasi, tanpa membebani anggaran negara, dan tanpa arogansi kekuasaan. Anies memberikan pembelajaran kepada semua, pada dasarnya setiap anak bangsa memiliki hak dan kewajiban berbuat yang terbaik untuk negara.

Anies tetaplah menjadi pemimpin betapapun ia tak berada dalam pemerintahan. Betapapun persekongkolan kekuasaan begitu resisten terhadap eksistensi dan pesona kepemimpinannya. Anies tuntas menjalankan ikhtiar dalam mengabdi kepada sesama manusia dan kepada Tuhannya.

Anies tak pernah jalan mundur dengan kompromi dan ikut menikmati kue-kue kekuasaan dari rezim yang kuat daya rusaknya dan penuh tipu-tipu. Anies tetap setia pada jalan perubahan untuk Indonesia Indonesia yang lebih baik dan selanjutnya biar kekuasaan Tuhan yang berkehendak. Anies memang tak pernah jalan mundur, biarkan rahmat dan karunia Tuhan yang menuntunnya.

Penulis: Analis Institute for Public Policy Strategic (IPPS) Indonesua

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Gemuruh Seni Putra Bung Karno dalam Kenangan Seorang Aktivis
Ketika Buronan Jadi Komisaris: Nurani Kebangsaan Kita Sedang Diuji
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP
Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!
Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri
Untung Ada Ekonom Kwik Kian Gie

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 08:23 WIB

Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Minggu, 27 September 2026 - 14:31 WIB

Gemuruh Seni Putra Bung Karno dalam Kenangan Seorang Aktivis

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP

Jumat, 25 September 2026 - 11:20 WIB

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!

Berita Terbaru