Kader Posyandu Harus Dilibatkan dalam Program MBG

- Editor

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kader Posyandu tengah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat (Foto: Istimewa)

Kader Posyandu tengah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Mediakarya – Anggota DPR RI Ateng Sutisna meminta agar kader Posyandu dilibatkan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam isu gizi dasar, kesehatan ibu dan anak, serta pengentasan stunting.

“Kader Posyandu bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, tetapi entitas sosial yang memahami secara detail kondisi masyarakat di wilayahnya,” ujarnya sebagaimana keterangan tertulis baru-baru ini.

Seiring hadirnya program MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional, ia mengingatkan agar transformasi kebijakan tidak menggeser peran strategis kader Posyandu yang telah terbukti efektif di lapangan.

“Kita harus memastikan bahwa transformasi kebijakan ini tidak justru menggeser peran strategis kader Posyandu yang selama ini sudah terbukti efektif,” tegas politisi Fraksi PKS itu.

Ia juga menyoroti kekuatan sosial kader Posyandu yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, modal sosial tersebut menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh sistem yang sepenuhnya terpusat.

“Ini adalah kekuatan yang tidak bisa digantikan oleh sistem yang sepenuhnya terpusat,” jelasnya.

Dalam praktiknya, kader Posyandu menjalankan fungsi penting seperti pengukuran antropometri, pemantauan pertumbuhan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), hingga edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Karena itu, ia mengingatkan adanya risiko jika distribusi makanan dalam program MBG tidak mempertimbangkan kebutuhan spesifik balita.

Baca Juga:  KPK dan Kejagung Diminta Ungkap Dugaan Jual Beli Titik Dapur SPPG

“Pemberian makanan untuk balita tidak bisa disamaratakan dengan anak usia sekolah. Ada standar yang harus dijaga agar tidak menimbulkan masalah baru,” ungkap legislator dapil Jawa Barat IX yang meliputi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang tersebut.

Ia mendorong agar program MBG tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dengan ekosistem layanan kesehatan yang telah ada, khususnya Posyandu. Kader Posyandu dinilai perlu dilibatkan sebagai validator data penerima manfaat, pengawas kualitas, hingga mitra operasional dalam pelaksanaan program.

Selain itu, Anggota Komisi XII DPR RI ini juga mengusulkan penguatan koordinasi lintas sektor, integrasi distribusi berbasis Posyandu, peningkatan kapasitas kader dalam monitoring gizi, serta pemberdayaan kader dalam ekosistem ekonomi lokal melalui operasional dapur MBG.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan diharapkan mengedepankan pendekatan kolaboratif yang menggabungkan sistem logistik nasional dengan kekuatan sosial masyarakat.

“Maka kita tidak hanya menjalankan program, tetapi membangun sistem ketahanan gizi yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience
IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik
Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi
Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK
MK Nyatakan Wapres Gibran Tidak Miliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:01 WIB

IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi

Berita Terbaru