Fashion Halal, Delana Siap Rambah Pasar Global

- Editor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner Delana, Firtiani  (kiri) berkomitmen untuk melahirkan sebuah trend fashion yang memang tidak sekedar labelnya saja yang halal,tapi prosesnya dari hulu ke hilirnya. (Foto: dok..Mediakarya)

Owner Delana, Firtiani (kiri) berkomitmen untuk melahirkan sebuah trend fashion yang memang tidak sekedar labelnya saja yang halal,tapi prosesnya dari hulu ke hilirnya. (Foto: dok..Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya  – Fashion halal menjadi sesuatu yang baru pada industri fashion di Indonesia. Delana menjadi salah satu motor penggerak fashion halal visi baru yaitu dengan melaunching leading The Future Of Halal Fashion, pada Sabtu (16/05/26)

Owner Delana, Firtiani berkomitmen untuk melahirkan sebuah trend fashion yang memang tidak sekedar labelnya saja yang halal,tapi prosesnya dari hulu ke hilirnya.

“Kita memastikan mulai dari row materialnya kemudian proses sampai dengan dampaknya itu benar-benar mengikuti prinsip-prinsip halal tadi, dan berkelanjutan,” Ujar Fitiani kepada media, pada Sabtu (16/05/26)

Secara otentik, Delana sendiri memperhatikan penggunaan bahan yaitu Bayou the Greebel (bahan baku krayon Greebel). krayon dan oil pastel greebel terbuat dari campuran lilin (wax) berkualitas tinggi dan pigmen warna yang aman.

“Kita juga menggunakan serat alami, kemudian juga bahan yang kita pakai, menggunakan kain yang sudah bersertifikasi halal. kemudian dalam segi prosesnya, kita memperhatikan bukan hanya empirement nya saja tapi dampak sosialnya juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Fitiani menjelaskan bahwa, Delana memilih untuk tidak cepat, tapi memilih untuk bertanggung jawab, lebih sadar.

“Karena ketika berbicara sustainable, kita bukan hanya bicara dari segi bahannya saja yang ramah terhadap lingkungan, tetapi bagaimana dampak terhadap sosialnya dan sebagainya. jadi tidak ada eksploitasi itu yang menjadi prinsip kami sehingga tageline kami selain ada hal sustainable adalah fashion movement,”ungkap dia.

Delana saat ini masih mentargetkan pasar lokal. namun,pemerintah saat ini menggaungkan from local to global, Delana pun akan menyambut baik hal tersebut dengan mencoba melakukan berbagai inovasi agar bisa juga masuk ke pasar global.

“Target kami di tahun ini hingga tahun 2030, mudah-mudahan Delana sudah bisa masuk ke pasar global untuk modes fashion halal ini,”tegasnya.

 

Namun, Fitriani tidak menampik bahwa saat ini daya beli masyarakat Indonesia sedang melemah, namun ia yakin nahwa produknya dapat bersaing dan mengikuti pasar yang ada dengan berbagai inovasi.

Baca Juga:  Garuda Indonesia Uji Coba Penerapan IATA Travel Pass

“Kalau dari target pasar sendiri secara umum, kita mengakui hal tersebut. namun, kami sagat padat karya, jadi kita berharap, kesadaran masyarakat untuk memilih, karena tadi, mahal itu relatif, artinya daya beli pilih-pilih,” katanya

“Artinya ketika dia mempunyai literasi yang bagus, kemudian pemahaman dan kesadaran yang bagus, saya rasa tidak ada masalah ya, dan inovasi tadi. kami coba menghadirkan desain yang memang bisa memangkas ataupun mencoba lebih meminimalisir harga produksi sehingga terjangkau tanpa mengurangi kualitas dan kenyamanan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Prof. Dr. H. Muhammad Mufti Mubarok mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara muslim terbesar. Ia berharap dengan lahirnya produk Delana akan melahirkan Indonesia menjadi pusat halal dunia.

“Saya kita tidak berlebihan, karena potensi itu ada dan kita berharap dari fashion ini tidak hanya kita bicara makanan, minuman, tetapi juga mulai fashion, karena sejatinya kita punya potensi besar ke arah sana dan kita tidak kalah dengan malaysia dan tetangga kita yang menyalip kita,” kata dia.

Indonesia pernah rangking satu pada segmen halal namun, kini tertinggal jauh. Dengan Delana Fashion ini, Indonesia akan mengejar kembali label tersebut.

“Harapan kita tentu konsep ini tidak hanya sekedar label halal, tapi kita bicara toyib, bersih suci dan sebagainya, dan terakhir adalah mubarokan,” katanya.

Dengan istilahkan dengan HTM (Halalan, Toyiban, Mubarokan) maka Delana sudah melengkapi label halal.

“Mudah-mudahan tahun depan Delana sudah bisa ekspor, sekarang kita persiapkan di lokal konten dan persiapan untuk hulu hilir, industrinya harus kita kejar juga karena kita belum punya pabrik dan belum punya bahan baku yang memang unsur halal dari awal,” pungkasnya. (Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa
Aksi 27 Agustus Diduga Skenario Pengalihan Isu Politik
Kerja Bakti Bersih Sampah Kali Baru, Walikota Munjirin Bakal OTT Warga yang Buang Sampah ke Kali
Berpotensi Jadi “Musuh dalam Selimut”, Prabowo Diminta Copot Menteri Warisan Jokowi
INDEF GTI Usul Program 100 GWp Tahap Satu Didorong Lewat Kawasan Industri
Pramono Anung Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pada Pilres Mendatang
Kodam Jaya Kerahkan Prajurit Bantu Polri Jaga Keamanan Aksi di DPR/MPR
Aksi Sosial Indomaret, Donor Darah di Jakarta Kumpulkan 86 Kantong

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kerja Bakti Bersih Sampah Kali Baru, Walikota Munjirin Bakal OTT Warga yang Buang Sampah ke Kali

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Berpotensi Jadi “Musuh dalam Selimut”, Prabowo Diminta Copot Menteri Warisan Jokowi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:58 WIB

INDEF GTI Usul Program 100 GWp Tahap Satu Didorong Lewat Kawasan Industri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Pramono Anung Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pada Pilres Mendatang

Berita Terbaru

Logo NU (Ist)

Politik

Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa

Minggu, 30 Agu 2026 - 07:21 WIB

Opini

Saat Ketua DPR Tak Tandatangani Surat Janji

Sabtu, 29 Agu 2026 - 20:27 WIB