Desak Dewas Periksa Setyo Budiyanto, Aliansi Seniman Ngeyel Gelar Aksi Teater “KPK Sakit Jiwa”

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto;Ist)

Ilustrasi (Foto;Ist)

JAKARTA, Mediakarya – ​Keprihatinan mendalam terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus dugaan korupsi Cargo Brury memicu reaksi keras dari kalangan seniman. Besok, Kamis (16/7/2026), Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia akan menggelar aksi teatrikal bertajuk “KPK Sakit Jiwa” di depan Gedung KPK lama dan gedung baru, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam pernyataan resminya Rabu (15/07/26), Ketua Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia menegaskan bahwa aksi ini merupakan gugatan moral atas kinerja KPK yang dianggap telah kehilangan kompas keadilan.

“Kami menyatakan bahwa KPK saat ini telah kehilangan nalar hukumnya.  Panggung teater ini adalah medium perlawanan kami dalam menarasikan ‘kegilaan’ yang terjadi di dalam lembaga antirasuah. Kami tidak akan tinggal diam melihat penegakan hukum yang sarat dengan tebang pilih,” tegas Pamit Andrianto pernyataan persnya, Rabu (15/7/2026).

Koordinator Aksi, Rahmat Himran, menekankan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral seniman terhadap kondisi penegakan hukum nasional. Rahmat mendesak agar Dewan Pengawas (Dewas) KPK tidak pasif melihat karut-marut yang terjadi.

​”Kami menuntut Dewas KPK untuk segera memanggil Ketua KPK, Setyo Budiyanto. Ia harus mempertanggungjawabkan kinerjanya yang tebang pilih dan tidak profesional. Jangan sampai Dewas pun ikut ‘sakit jiwa’ dengan membiarkan integritas KPK hancur karena melindungi pihak-pihak tertentu,” ujar Rahmat Himran.

Baca Juga:  PKS Apungkan Sejumlah Nama Sebagai Calon Wakil Wali Kota Padang

​Sorotan pada Kasus Cargo Brury

Di lapangan, Koordinator Lapangan, Pamit Andrianto, menyoroti sejumlah kejanggalan dalam penyidikan kasus Cargo Brury. Menurutnya, terdapat upaya sistematis untuk menutupi fakta dan melindungi pejabat yang menikmati aliran dana korupsi tersebut.

​”Kami hadir membawa pesan lewat panggung teater karena KPK hari ini benar-benar sedang ‘Sakit Jiwa’. Bagaimana tidak, nama anggota BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, sudah muncul di persidangan namun tidak pernah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik. Ini adalah bukti nyata bahwa KPK tidak serius,” jelas Pamit Andrianto.

​Pamit menambahkan bahwa KPK juga terkesan “tuli dan bisu” karena melakukan pembiaran terhadap 20 perusahaan forwarder serta perusahaan ekspor-impor yang terlibat dalam kasus tersebut.

​”Hingga saat ini, pihak-pihak tersebut belum tersentuh oleh penyidik. Ini adalah pengabaian keadilan yang nyata. Kami menuntut transparansi dan ketegasan. Jika KPK tetap enggan bekerja secara profesional, maka desakan agar pimpinan KPK diperiksa oleh Dewas menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” pungkas Pamit.

​Aksi teatrikal ini diharapkan menjadi pengingat keras bagi para penegak hukum bahwa masyarakat sipil, khususnya elemen seniman, akan terus mengawal setiap proses keadilan di Indonesia demi terciptanya pemerintahan yang bersih dari korupsi. (Pri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Dua Kursi Menjadi Pintu Pesta Rente Tiga Pejabat BGN
KPK Ajak Jurnalis Berperan Aktif dalam Pemberantasan Korupsi
Skandal Korupsi PD Migas Kota Bekasi, IAW: DPRD tidak dapat lagi bersembunyi di balik kalimat “Tidak Tahu”
Pangkogabwilhan II Terima Kenaikan Pangkat, Panglima TNI Tekankan Profesionalisme Perwira Tinggi
IAW Dorong Penyidik Periksa Sejumlah Pihak yang Terlibat Skandal Korupsi Perseroda Migas Kota Bekasi
Pengalihan Penanganan Penyidikan Mantan Jampidsus Berpotensi Abuse of Power
Said Iqbal: Buruh Indonesia Bersama Polri Perangi Korupsi
Publik Diminta Tidak Terkecoh Soal Pelimpahan Berkas Jampidsus dari Polri ke Kejagung
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:48 WIB

Desak Dewas Periksa Setyo Budiyanto, Aliansi Seniman Ngeyel Gelar Aksi Teater “KPK Sakit Jiwa”

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:40 WIB

Ketika Dua Kursi Menjadi Pintu Pesta Rente Tiga Pejabat BGN

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:34 WIB

KPK Ajak Jurnalis Berperan Aktif dalam Pemberantasan Korupsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

Pangkogabwilhan II Terima Kenaikan Pangkat, Panglima TNI Tekankan Profesionalisme Perwira Tinggi

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:03 WIB

IAW Dorong Penyidik Periksa Sejumlah Pihak yang Terlibat Skandal Korupsi Perseroda Migas Kota Bekasi

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Headline

KPK Ajak Jurnalis Berperan Aktif dalam Pemberantasan Korupsi

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:34 WIB