Polri Diminta Transparan Ungkap Temuan Ratusan Pucuk Senjata di Sekolah Swasta

- Editor

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan senjata yang ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diduga merupakan hasil impor. (Foto: Istimewa)

Ratusan senjata yang ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diduga merupakan hasil impor. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Mediakarya – Penemuan ratusan pucuk senjata impor di salah satu yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mendapat perhatian serius anggota Komisi III DRP RI Adang Daradjatun.

Mantan Wakapolri itu meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh, profesional, dan transparan terkait temuan ratusan senjata di lingkungan salah satu sekolah swasta tersebut. Pihaknya juga berharap seluruh fakta harus diungkap agar memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

“Kepolisian harus mengusut perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Seluruh fakta harus dibuka dengan jelas, mulai dari status kepemilikan, legalitas, hingga alasan penyimpanan barang tersebut di lingkungan sekolah. Masyarakat berhak memperoleh kepastian hukum,” ujar Adang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, apa pun status kepemilikan barang tersebut nantinya, keberadaannya di lingkungan pendidikan merupakan persoalan serius yang harus dijelaskan secara terbuka.

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun masyarakat sekitar.

Karena itu, Adang meminta proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan tidak dipengaruhi konflik internal yang diduga menjadi awal terungkapnya kasus tersebut. Ia menegaskan penyidik harus bekerja berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:  DPP Pandawa Nusantara Dukung IPW Laporkan Wamenkumham ke KPK

“Jangan sampai proses penegakan hukum dipengaruhi oleh opini ataupun konflik yang terjadi di antara para pihak. Biarkan penyidik bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti sehingga hasilnya memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi semua pihak,” tegasnya.

Selain mendorong pengusutan perkara, Adang juga meminta dilakukan evaluasi terhadap mekanisme pengawasan di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, pengawasan terhadap aset maupun barang-barang yang memerlukan izin khusus harus diperkuat agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan membangun karakter generasi muda. Pengawasan terhadap aset maupun aktivitas di lingkungan sekolah harus diperkuat agar peristiwa seperti ini tidak kembali menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.

Politisi asal Daerah Pemilihan Jakarta III itu menegaskan akan terus mendukung langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap perkara tersebut secara tuntas, profesional, dan akuntabel sehingga dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IPW Desak Kadiv Propam Polri Segera Periksa Dittipideksus Bareskrim Polri
Politisi PDIP Ini Sebut Tidak Seluruh Proses Perampasan Aset Menunggu Putusan Pemidanaan
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi
Usai Insiden Kecelakaan Di Jalan Raya Narogong, Kapolres Kunjungi TPST Bantargebang
Diduga Beli Tanah Hasil Tindak Pidana, IPW Adukan Kombes IAH ke Div Propam Polri
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:32 WIB

IPW Desak Kadiv Propam Polri Segera Periksa Dittipideksus Bareskrim Polri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Politisi PDIP Ini Sebut Tidak Seluruh Proses Perampasan Aset Menunggu Putusan Pemidanaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Polri Diminta Transparan Ungkap Temuan Ratusan Pucuk Senjata di Sekolah Swasta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Usai Insiden Kecelakaan Di Jalan Raya Narogong, Kapolres Kunjungi TPST Bantargebang

Berita Terbaru