JAKARTA, Mediakarya — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung, menyampaikan keprihatinan mendalam setelah menyaksikan video permohonan dari anak-anak sekolah di Pulau Kalukulukuang, Kabupaten Kepulauan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Dalam video yang viral tersebut, anak-anak di pulau terluar itu dengan penuh harapan menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar mereka segera mendapatkan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tamsil menyayangkan kenyataan bahwa
“Meski program strategis nasional tersebut telah berjalan selama lebih dari satu tahun, namun pada kenyataannya para pelajar di pulau terpencil di Papua belum juga tersentuh manfaat dari program prioritas pemerintah tersebut,” ungkap Tamsil seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Di sisi lain, lanjut Tamsil, berdasarkan laporan yang diterima, Yayasan Formasita selaku lembaga mitra menyatakan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mereka bangun sejak akhir 2025 telah rampung 100% dan siap beroperasi.
“Pihak yayasan berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat segera menunjuk Kepala SPPG agar pelayanan bagi sekitar 1.300 penerima manfaat yang terdiri atas siswa dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) dapat segera dimulai,” tegas Tamsil.
Dia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis seharusnya tidak hanya berfokus di perkotaan atau daratan utama, melainkan merata hingga ke pulau-pulau terluar, terpencil, dan tertinggal (3T).
“Sebagai pimpinan DPD RI, kami mendesak BGN serta pihak terkait untuk segera merespons jeritan hati anak-anak di Pulau Kalukulukuang,” pintanya.
Mengingat kesiapan teknis di tingkat lokal sudah matang, pihaknya berharap realisasi program ini dapat segera dieksekusi dalam waktu dekat.
Tamsil menegaskan bahwa dalam setiap kesempatan Presiden Prabowo selalu menekankan pentingnya gizi anak-anak bangsa demi menyongsong Generasi Emas 2045.
“Jangan sampai anak-anak di wilayah kepulauan terpencil tertinggal. Segera manfaatkan dapur yang sudah siap itu demi masa depan mereka,” pungkas Tamsil. (Adt)











