Jangan Alergi Kritik, Pengamat UI Minta Pejabat Bekasi Hormati Fungsi Wartawan dan Aktivis

- Editor

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Istimewa)

Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Program Pusat Kajian Strategis Daksinapati Universitas Indonesia (UI), Agus Wahid, mengingatkan pentingnya etika komunikasi bagi pejabat publik dalam menanggapi pertanyaan, kritik, maupun masukan dari aktivis, kelompok sosial kontrol, hingga wartawan.

Pernyataan itu disampaikan Agus menyikapi dugaan sikap arogansi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Donny Sirait, yang diduga melakukan penghinaan secara verbal terhadap wartawan.

Menurut Agus, pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan etika untuk menjaga fatsun komunikasi, terlebih ketika berhadapan dengan fungsi kontrol sosial.

“Pejabat publik itu harus mengedepankan etika. Ketika ada pertanyaan dari aktivis, LSM, atau wartawan, jawablah secara proporsional dan beradab. Bukan dengan nada merendahkan atau menghina,” ujar Agus Wahid di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menyayangkan jika dugaan penghinaan verbal tersebut benar terjadi. Menurutnya, wartawan menjalankan fungsi kontrol yang dilindungi undang-undang, sehingga seharusnya dihormati, bukan justru dilecehkan.

“Jika seorang Kadis sampai diduga menghina wartawan secara verbal, itu mencerminkan kemunduran etika birokrasi. Padahal jabatan publik itu adalah amanah untuk melayani, bukan untuk menunjukkan kekuasaan,” katanya.

Baca Juga:  16 Ton Beras Berkualitas Habis Terjual Saat Seabad NU

Agus menilai, arogansi pejabat di daerah sering kali muncul karena lemahnya pemahaman terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Padahal, di era keterbukaan informasi saat ini, setiap kebijakan publik, terutama terkait isu lingkungan hidup, pasti akan menjadi sorotan masyarakat.

“Jangan alergi kritik. Justru kritik dari aktivis dan wartawan itu harus dijadikan cermin untuk memperbaiki kinerja dinas. Kalau dijawab dengan arogansi, yang rusak bukan hanya citra personalnya, tapi juga citra pemerintah daerah secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia pun mendorong Plt. Bupati Bekasi untuk melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap jajarannya agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini momentum untuk pembenahan. Pejabat harus dilatih komunikasi publik yang beretika. Jangan sampai masalah kecil karena salah komunikasi, berubah menjadi krisis kepercayaan publik,” tutup dia. (Pri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua
Pasca Putusan MK Desakan Pemakzulan Gibran Mengalir Deras, Pakar Ingatkan Jalur Konstitusi Panjang dan Ketat
Pengamat Ini Duga Polemik Ijazah Gibran Sengaja Digoreng untuk Alihkan Isu MBG dan Kopdes
Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Tanpa Jokowi Mustahil Jadi Ketum Golkar, Tapi Saat Ijazah Gibran Disoal Bahlil Bungkam
Agus Wahid: Bahlil Bukan Figur Arus Bawah, Golkar Terancam Kehilangan Marwah dan Elektoral
Kemendagri Dorong Kepastian Hukum, Pengawasan Perda Digeser dari Korektif ke Preventif
Walil Ketua Komisi VIII Mangaku Miris Atas Insentif Guru Agama Non-ASN di Jateng

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Jangan Alergi Kritik, Pengamat UI Minta Pejabat Bekasi Hormati Fungsi Wartawan dan Aktivis

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Analis IPPS Ingatkan Bahaya Pemburu Rente Manfaatkan Calon Ketua

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pengamat Ini Duga Polemik Ijazah Gibran Sengaja Digoreng untuk Alihkan Isu MBG dan Kopdes

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Tanpa Jokowi Mustahil Jadi Ketum Golkar, Tapi Saat Ijazah Gibran Disoal Bahlil Bungkam

Berita Terbaru

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB