NIAS SELATAN, Mediakarya– Kepolisian Resor (Polres) Nias Selatan kembali membuktikan komitmennya bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada penegakan hukum dan menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Lebih dari itu, Korps Bhayangkara ini turut ambil bagian dalam mengatasi persoalan sosial melalui program inovatif Sosialisasi Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Kegiatan humanis tersebut digelar di Kantor Cabang LPK HIKARI SUMUT, Jln. Diponegoro, Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan pada Kamis (22/10/2026 pagi.
Acara yang dimulai pukul 09.10 WIB ini dihadiri langsung oleh Wakapolres Nias Selatan Kompol Mahyu Danil Noor, Lurah Pasar Teluk Dalam Swarni Sarumaha, Kasat Binmas Polres Nias Selatan IPDA Emil Y. Lumbantoruan, Kepala Cabang LPK HIKARI SUMUT Sugiono, serta Kepala SMK Negeri 1 Amandraya Kasihan Duhu Giawa Hadir pula jajaran personel Polres Nias Selatan dan puluhan pemuda usia produktif yang menjadi peserta sosialisasi.
Dalam arahannya, Wakapolres Nias Selatan KOMPOL Mahyu Danil Noor menegaskan bahwa tingginya angka pengangguran—khususnya di kalangan generasi muda—merupakan tantangan bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pemuda yang belum bekerja tidak boleh dibiarkan tanpa arah, melainkan harus dirangkul dan diberikan ruang untuk berkembang.
Ia mengimbau para pelaku usaha di Nias Selatan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja lokal. Di sisi lain, para pemuda juga dituntut aktif membekali diri melalui pelatihan keterampilan khusus serta berani melirik potensi daerah yang melimpah, seperti di sektor pertanian, peternakan, perdagangan, hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Jangan kita mengucilkan atau merendahkan anak-anak muda yang belum bekerja. Mari kita berikan motivasi, bimbingan, dan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan kemampuan. Dengan kebersamaan, kita dapat membantu generasi muda menjadi lebih mandiri, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar KOMPOL Mahyu Danil Noor di hadapan para peserta.
Selain fokus pada peningkatan taraf ekonomi, Wakapolres juga mengingatkan bahwa pengangguran yang tidak dikelola dengan baik rentan menjadi pemicu tindakan kriminal.
Oleh karena itu, ia meminta peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk membentengi generasi muda dari bahaya laten modern seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian daring (judol), serta penipuan berbasis digital.
Melalui program “Poliran” ini, Polres Nias Selatan berharap dapat memantik kesadaran kolektif untuk mendongkrak keterampilan masyarakat usia produktif demi kesejahteraan bersama.
Sosialisasi ditutup sekitar pukul 10.30 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan penuh antusiasme. Melalui momentum ini, Polres Nias Selatan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong demi mewujudkan Nias Selatan yang produktif, aman, dan sejahtera.(Nan)











