Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Klarifikasi Viralnya Video di Masyarakat

- Editor

Rabu, 12 Januari 2022 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musda Golkar Kota Bekasi yang digelar di Graha Bintang.

Musda Golkar Kota Bekasi yang digelar di Graha Bintang.

JAKARTA, Mediakarya – Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Ade Puspitasari akhirnya mengklarifikasi video yang sempat beredar di media sosial terkait dengan pernyataannya bahwa penangkapan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pembunuhan karekter.

Ade mengatakan, bahwa pernyataan itu tidak bermaksud mengintervensi lembaga penegak hukum maupun menyinggung partai lain.

Ade pun menegaskan bahwa pernyataannya itu semata-mata untuk memotivasi bagi para kader internal saat agenda pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Bekasi baru-baru ini.

“Apa yang saya katakan itu sebagai bentuk motivasi kader dan menjelaskan kronologis penangkapan versi saya tentang penangkapan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dan itu disampaikan kepada internal partai, bukan kepada khalayak umum,” ujar Ade Puspitasari dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Rabu (12/1/2022).

Ade juga tidak menduga bahwa videonya itu menjadi viral dan menimbulkan opini pubik, ia pun mengakui hal itu diluar kemampuannya.

Kendati demikian, Ade memastikan bahwa dirinya tidak ada maksud mempengaruhi proses hukum KPK ataupun membentuk opini publik terkait kasus yang dialami orang tuanya.

Ade menyampaikan agar di tengah musibah yang terjadi, pihaknya mengimbau agar para PK Golkar fokus dan menjaga soliditas partai memenangkan Pileg dan Pilpres mendatang.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pihak keluarga pun sudah sangat ikhlas atas kejadian ini dan tidak pernah melakukan manuver apapun untuk melawan proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya hargai dan hormati kinerja KPK hari ini dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat luas khususnya Kota Bekasi. Mari kita tatap kedepan dan terus sebarkan energi positif untuk kemajuan Kota Bekasi tercinta,” pungkasnya.

Baca Juga:  Membaca OTT Perpajakan Rp6 Miliar: Tantangan KPK Mengejar Rp5 Triliun yang Tak Terlihat

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, yang juga putri kandung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, memberi pernyataan soal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK dan menyeret ayahnya.

Dia menilai KPK telah melakukan pembunuhan karakter. Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam agenda pelantikan Pengurus Kecamatan Partai Golkar Se-Kota Bekasi di Graha Girsang Jatiasih, Bekasi Selatan, Sabtu (8/1/2022).

Di hadapan kader Golkar Kota Bekasi, Ade menyebut tidak ada uang sepeser pun yang dibawa KPK saat melakukan penangkapan terhadap ayahnya, yang akrab disapa Pepen. Dia menilai penangkapan ini adalah upaya menjatuhkan nama baik ayahnya.

“Saksinya banyak, stafnya yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun,” kata Ade dalam potongan video agenda ini beredar di media sosial (medsos).

“Logikanya, OTT, saya ada transaksi, ‘Bang saya serahkan (uang)’. Saya ke-gap, benar nggak? Ini tidak ada, bahwa Pak Wali (Pepen) beserta KPK tidak membawa uang dari pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang di luaran dari pihak ketiga, dari kepala dinas, dari camat, itu pengembangan, tidak ada OTT,” ujar Ade.**

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan
Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan
KPK Ingatkan Nusron Wahid Soal Keteladanan Pejabat Publik: Patuh Proses Hukum
Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
IPW Duga Jaksa Pangkas Dakwaan Febrie Adriansyah, Hanya Jerat TPPU Predicate Crime Korupsi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Dari Gedung MPR ke Hotel Royal Kuningan, Sekjen LPKAN Soroti Kronologi Dugaan Suap Muktamar NU

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:30 WIB

KPK Ingatkan Nusron Wahid Soal Keteladanan Pejabat Publik: Patuh Proses Hukum

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:59 WIB

IPW Duga Jaksa Pangkas Dakwaan Febrie Adriansyah, Hanya Jerat TPPU Predicate Crime Korupsi

Berita Terbaru

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera

Nasional

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Okt 2026 - 23:42 WIB

Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia

Nasional

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Okt 2026 - 23:37 WIB