GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan

- Editor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

KAB. BOGOR, Mediakarya — Ketua Generasi Muda Khonghucu (GEMAKU) Bogor Isanudin menegaskan akan mengawal penanganan KPK terkait dugaan pemotongan hak/upah pungut pegawai Badan Pengelola Pendapatan (Bappenda) Kabupaten Bogor hingga tuntas.

“Kami apresiasi KPK sudah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan. Tapi publik tidak butuh sekadar status penyidikan, publik butuh kebenaran, kepastian hukum dan pertanggungjawaban,” ungkap Isanudin dalam keterangan tertulisnya, Ahad (23/8/2026).

Menurutnya, dugaan aliran dana miliaran rupiah harus dibuka secara terang. KPK diminta menelusuri siapa yang memotong, siapa yang menikmati, bagaimana mekanismenya dan ke mana seluruh aliran uang tersebut bermuara.

“Jangan ada tebang pilih. Jabatan bukan tameng hukum. Kalau alat bukti menunjukkan keterlibatan, siapa pun harus diproses. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga secara transparan,” ujar Isanudin.

Pihaknya menegaskan, pengawalan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi sebagaimana Pasal 41 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca Juga:  Terkait Kasus Rahmat Effendi, CBA: KPK Jangan Hanya Jadi Pemadam Kebakaran

“Kami akan kawal KPK. Bukan untuk menghakimi, tetapi memastikan perkara ini tidak menguap dan tidak berhenti di tengah jalan. Bongkar sampai terang,” tegasnya.

Sementara itu, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ikut menanggapi dugaan intervensi dalam penyelidikan KPK yang dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/2026).

“Seharusnya kerja-kerja pemberantasan korupsi dilakukan jujur dan objektif,” katanya.

Publik sempat dibuat geger atas kabar KPK melakukan OTT di Kabupaten Bogor pada Kamis kemarin. Namun, informasi itu secara tegas dibantah oleh juru bicara KPK Budi Prasetyo.

“Pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan jujur dan obyektif,” kata Novel kepada wartawan.

Novel menegaskan, pemberantasan korupsi tidak mengenal istilah kompromi. Ia menekankan, jika praktik itu terjadi maka akan sangat mengorbangkan kepercayaan institusi.

“Sekali pemberantasan korupsi dilakukan dengan kompromi atau manipulasi, maka akan mengorbankan kepentingan institusi yang pada akhirnya menghancurkan negara untuk bisa memberantas korupsi dengan benar,” jelasnya. (Dedi)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sentuh Hati Warga, Polres Nias Selatan Berbagi Kasih di Hari Jadi Ke-75 Humas Polri
Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat
Modus Mafia Tanah Terstruktur, LI-TPK Ungkap Peran Oknum Pejabat Desa dan Laporkan Dugaan Pemalsuan Sertifikat PTSL di Bogor
Direktur FAST Indonesia Synergy Curigai Sabotase di Balik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Diduga Terkait Mafia HGB
Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat
Dekati Ratusan Jemaat, Cara Polres Nias Selatan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
FORSIBER Nilai Jaksa Agung Tak Bisa Lepas Tanggung Jawab Kasus Febrie Adriansyah
Keberatan Aset SHM Disita Atas Utang Debitur Lain, Kuasa Hukum Janti Yuli Yanti Hutagaol & Partners Law firm Siapkan Upaya Hukum Banding

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Sentuh Hati Warga, Polres Nias Selatan Berbagi Kasih di Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Modus Mafia Tanah Terstruktur, LI-TPK Ungkap Peran Oknum Pejabat Desa dan Laporkan Dugaan Pemalsuan Sertifikat PTSL di Bogor

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Direktur FAST Indonesia Synergy Curigai Sabotase di Balik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Diduga Terkait Mafia HGB

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB