Etos Menduga Ada Politik Sandera di Balik Penahanan Mantan Wali Kota Bekasi

- Penulis

Selasa, 18 Januari 2022 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat digelandang ke gedung KPK.

Mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat digelandang ke gedung KPK.

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah memberikan tanggapannya terkait maraknya pejabat daerah yang tejaring kasus operasi tagkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Iskandar, ada beberapa kepala daerah yang ia kenal, salah satunya Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen yang belum lama ikut terseret dalam kasus OTT KPK.

“Saya agak kaget juga, karena sebelumnya saya berjumpa untuk sama-sama mengisi podcast,” kata Iskandar kepada Mediakarya.id, Selasa (18/1/2022).

Secara pribadi ia mengaku mengenal baik sosok politisi Golkar itu. Menurut Iskandar, Pepen berbicara apa adanya. Dan memiliki program untuk kemajuan Kota Bekasi cukup bagus.

Iskandar pun tak terpikir kalau Pepen bakal berurusan dengan KPK. Karena sebelumnya ia sering mengingatkan.

“Saya pernah mengingatkan beliau (Pepen) untuk selalu hati-hati,” katanya.

Sebab Iskandar menduga, bahwa KPK ini bukan 100% lembaga hukum, karena terkadang pola penegakkan hukumnya kerap berbau politik. Maklum saja proses pemeilihannya saja lewat jalur politik.

Terkait dengan OTT KPK yang menyeret nama Pepen dirinya menduga bahwa sebelumnya ditracking oleh kekuatan kepentingan politik. Maklum saja masa jabatan politisi Golkar itu di tahun 2023 berakhir.

Sementara berdasarkan informasi yang beredar bahwa Pepen bakal mendorong anaknya yakni Ade Puspitasari untuk bertarung dalam suksesi Pilkada 2024 mendatang.

“Ade sendiri suka atau tidak suka masih di bawah bayang-bayang Pepen. Bisa saja lawan politiknya mulai bermanuver guna menjegal anak mantan Wali Kota itu maju dalam Pilkada mendatang,” ucapnya.

Iskandar menilai apabila ada laporan ke KPK didorong kekuatan politik maka responnya cepat. Terlebih lawan politik orang yang dilaporkan itu memiliki data lengkap. Karena tradisi politik di negeri ini adalah politik saling sanedra.

Baca Juga:  Miliki Kekayaan Fantastis, Bupati Probolinggo dan Suaminya Terjaring OTT KPK

Kasus hukum yang menjerat Pepen, dia menduga ada lawan politiknya yang memberikan data ke KPK terkait dengan adanya potensi korupsi di Kota Bekasi.

“Makanya kita amati saja, karena semua ini adalah politik. Sejak KPK berdiri pun saya tak berharap juga. Saya justru masih percaya kepada Kepolisian dan Kejaksaan dalam proses penegakkan hukum,” katanya.

Kata Iskandar, kalau bicara politik artinya yang bukan sebarisan pastinya akan disikat cepat atau lambat.

“Meski KPK sendiri mengklaim sebagai lembaga independen, tapi jangan lupa proses pemeilihannya melalui jalur politik. Maka kita bisa lihat faktanya dalam proses penegakkan hukumnya,” tandas Iskandar.

Sementara itu, salah satu kader senior Partai Golkar Kota Bekasi mengaku prihatin atas penahanan mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lantaran terjerat dugaan kasus korupsi.

Tidak dipungkiri bahwa di tangan Pepen pembangunan Kota Bekasi mengalami peningkatan yang signifikan.

“Namun sebagai manusia, kita juga maklumi bahwa Pepen banyak kekhilafan. Baik kepada kader maupun masyarakat Kota Bekasi pada umumnya,” kata pria yang enggan disebut identitasnya itu dengan alasan menjaga stabilitas internal partai.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, penangkapan terhadap seseorang hingga menjadikannya sebagai tersangka bukan karena asumsi, bukan juga berdasarkan opini atau kepentingan politik.

“KPK tidak ikut opini atau kepentingan politik karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik,” ujar Firli, melalui keterangan tertulis, belum lama ini.**

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang HUT Bhayangkara, Polres Nias Selatan Gelar Upacara Larung Bunga di Pelabuhan Baru
Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri
Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional
Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali
HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD
Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai
Polres Metro Jaksel Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Publikasi Kementan, Panggil Pihak Tempo untuk Klarifikasi
Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:39 WIB

Jelang HUT Bhayangkara, Polres Nias Selatan Gelar Upacara Larung Bunga di Pelabuhan Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:58 WIB

Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40 WIB

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali

Senin, 22 Juni 2026 - 17:24 WIB

HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD

Senin, 22 Juni 2026 - 16:35 WIB

Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

DKI

Banyak Keluhan, PRJ Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:32 WIB