Pernyataannya Kerap Blunder, Prabowo Diprediksi Bakal Ditinggal Pendukungnya Pada Pilpres 2029

- Editor

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid (Foto: dok. Mediakarya)

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Penggagas Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, menilai Presiden Prabowo Subianto tengah mendegradasi dirinya atas sejumlah pernyataan dan gaya komunikasinya di ruang publik.

Hal itu dikatakan Habib Syakur menanggapi sejumlah pernyataan Presiden Prabowo yang kerap memicu perdebatan publik karena menyampaikan celetukan spontan di luar teks.

Selain itu, sejumlah kalangan juga mengkritisi Prabowo dalam menyikapi isu geopolitik terkait Iran yang memunculkan perdebatan publik, baik terkait pernyataan dalam forum ekonomi maupun dinamika hubungan luar negeri yang melibatkan tekanan internasional.

Pihaknya juga menyoroti gaya komunikasi dan substansi pesan yang disampaikan Prabowo. Bahkan sebagian pengamat mengingatkan pentingnya kehati-hatian diplomasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di kancah global.

“Jika Prabowo maupun orang di lingkaran Istana Negara tidak memperbaiki pola komunikasinya, jangan harap di Pemilu 2029 mendatang kembli terpilih. Sebab, pernyataan presiden beberapa kali memicu reaksi negatif dari publik, dan Prabowo merupakan satu-satunya presiden yang banjir olok-olok dari netizen,” ujar Habib Habib Syakur dalam keterangan tertulisnya yang diterima Meediakarya, Senin (17/8/2026).

Baca Juga:  ASEAN-Jepang Sepakati Visi Bersama dan Rencana Kemitraan ke Depan

Dia mengatakan, untuk menjadi presiden butuh lebih dari sekadar ketegasan, namun seorang kepala negara harus wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar bisa memimpin negara secara efektif, menyatukan rakyat, dan menjaga wibawa pemerintahan di mata dunia maupun nasional.

“Seorang presiden dituntut bukan hanya tegas, tapi haruas membangun kepercayaan publik melalui tutur kata yang santun dan negarawan. Tapi jika kita amati bersama, pernyataan Prabowo selama ini justru kerap menimbulkan kontroversi. Pertanyaan mendasar, ke mana jubir istana maupun tim komunikasi kepresidenan,” tanya Habib Syakur.

Dia juga mengingatkan, pernyataan dan klaim yang disampaikan oleh Presiden Prabowo sangat berpengaruh langsung terhadap tingkat kepuasan publik dan elektabilitas pemerintahannya.

Seperti pernyataan yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Di antaranya klaim kenaikan pendapatan ojek daring, dan upah kups bawang 700 ribu rupiah per kilo gram.

“Dua pernyataan Prabowo itu akhirnya berbuntut kritik dari masyarakat dan kelompok pekerja, sehingga berdampak negatif pada penurunan elektabilitas pemerintahannya,” pungkasnya. (Adt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum
Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon
Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Politisi PKS Angkat Bicara Soal Wacana Pilkada Tanpa Wakil
Putusan MK: Mengembalikan Garuda Kepada Rakyat
Gaya Kepemimpinan KDM Berpotensi Lemahkan Peran SKPD
Di Bawah Kepemimpinan Ade Puspitasari, Bapilu Golkar Kota Bekasi Pastikan Pengurus DPD Solid
Jelang Musda Golkar, Partai Pohon Beringin Kota Bekasi Terancam Tercabut dari Akarnya

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Pernyataannya Kerap Blunder, Prabowo Diprediksi Bakal Ditinggal Pendukungnya Pada Pilpres 2029

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Politisi PKS Angkat Bicara Soal Wacana Pilkada Tanpa Wakil

Berita Terbaru

Rektor Universitas Paramadina dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof Dr Didik J Rachbini. (Ist)

Headline

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Senin, 17 Agu 2026 - 21:25 WIB

Pekerja pelabuhan saat menurunkan beras impor. (Ist)

Opini

Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:59 WIB