KOTA BEKASI, Mediakarya -Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengakui jika vaksinasi terhadap lansia belum mencapai target.
Untuk itu, ia bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki serta perwakilan dari Dandim 0507/Bekasi dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawati mengadakan rapat koordinasi terkait upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam memaksimalkan pencapaian vaksinasi khususnya lansia.
“Hal ini menindaklanjuti peningkatan kasus aktif Covid-19 dan target vaksinasi lansia 60 persen yang belum tercapai di Kota Bekasi,” tutur Tri, Jumat (11/2/2022).
Tri mengatakan, kejar target capaian vaksin bagi lansia akan dimulai besok, Sabtu (12/2/2022) di seluruh Kecamatan di Kota Bekasi. Bahkan ia meminta agar Camat di Kota Bekasi untuk bersinergi dengan Tiga Pilar di wilayah untuk bergerak dalam upaya mencapai target vaksinasi bagi lansia.
“Saya minta para Camat di wilayah agar berkoordinasi dan bersinergi dengan unsur Tiga Pilar dalam hal pencapaian target vaksinasi lansianya,” tegasnya secara singkat.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi, menyediakan 30.000 ribu vaksin dan menyiapkan titik vaksin bagi lansia.
“Pemkot Bekasi juga bekerjasama dengan Tiga Pilar di wilayah melaksanakan sistem jemput bola (door to door) untuk memastikan daftar warga lansia yang sudah tervaksinasi bertambah,” jelasnya.
Untuk itu, ia menekankan melalui Surat Edaran (SE) yang telah disampaikan ke masing-masing wilayah dan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi, Kepala Wilayah siap melakukan percepatan vaksinasi lansia.
Selain itu, dirinya juga meminta kepada Dinkes atau Puskesmas di lokasi penyelenggaraan vaksinasi, untuk memberi tambahan obat-obatan dan vitamin bagi warga serta langsung memberikan penanganan jika ada warga yang mengalami Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI).
“Dan tidak kalah pentingnya petugas juga harus memastikan data warga yang divaksinasi terdaftar ke Dinkes Kota Bekasi,” pesan pria yang akrab disapa Mas Tri tersebut.
Plt. Wali Kota Bekasi tersebut juga mengimbau kepada rumah sakit swasta yang berada di Kota Bekasi untuk menyiapkan dan menambah jumlah Bed Occupancy Rate (Bor), jika kasus aktif di Kota Bekasi semakin meningkat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika rumah sakit Pemerintah tidak lagi bisa menampung lonjakan kasus Covid-19 tersebut.
“Semua harus bekerjasama dan selalu berkoordinasi dalam pelayanan warga. Peningkatan kasus aktif sudah mulai terjadi setiap hari. Sosialisasikan warga untuk perketat 5M dan protokol kesehatan kembali,” pintanya.
Tri juga meminta pembentukan tim updating data, sehingga warga yang telah melaksanakan vaksin dipastikan masuk dalam data PCare. Disamping itu, juga untuk memastikan jumlah kasus sembuh dan meninggal masuk dalam data serta dikirimkan ke data pusat.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki, juga memerintahkan kepada para Kapolsek untuk membantu pelaksanaan vaksinasi lansia serentak yang akan berjalan di wilayah Kecamatan masing-masing.
“Saya tegaskan kepada seluruh Kapolsek untuk turut serta membantu pelaksanaan vaksinasi bagi lansia tersebut dan saya berharap selama 17 hari ke depan, raihan vaksinasi lansianya bisa mencapai angka 75 persen,” harap Hengki.
“Untuk mencapai target vaksinasi 75 persen tersebut, perlu kerja keras. Dihitung mulai hari ini sampai dengan 17 hari ke depan, minimal setiap 1 Kelurahan 50 orang lansia per hari melalui mekanisme door to door,” sambungnya.
Kapolres menegaskan kepada Kapolsek dan Bhabinsa di wilayah untuk menggerakkan semua anggotanya untuk menelusuri warga lansia yang belum vaksin.
“Untuk Kapolsek serta Bhabinsa, saya berharap bisa berkoordinasi dan bersinergi untuk menggerakan anggotanya, sehingga capaian vaksinasinya bisa memenuhi target,” paparnya.
Program vaksinasi pada hari besok, Sabtu (12/2/2022), diprioritaskan untuk lansia. Namun, warga lain yang belum divaksinasi baik dosis 1 dan 2 atau booster akan tetap dilayani sehingga capaian vaksin akan tetap terupdate. (apl)











