Aksi Damai SIMPUL Sukabumi Soroti Proyek RSB Bebeza yang Mangkrak

- Editor

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Saat Menggelar Unras Di Kantor BAZNAS

Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Saat Menggelar Unras Di Kantor BAZNAS

SUKABUMI, Mediakarya – Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) Sukabumi menggelar aksi damai di depan kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kontrol sosial masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan berbagai alokasi anggaran yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Massa aksi menyoroti mangkraknya pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Bebeza yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian sesuai target awal pembangunan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait pengelolaan anggaran dan akuntabilitas penggunaan dana umat dalam proyek tersebut.

SIMPUL Sukabumi menilai fasilitas pelayanan kesehatan berbasis sosial itu seharusnya menjadi simbol manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan polemik akibat minimnya keterbukaan informasi kepada publik.

Selain persoalan pembangunan RSB Bebeza, massa aksi juga mempertanyakan transparansi penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi beserta penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang berasal dari masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa membawa poster dan spanduk bertuliskan “Evaluasi BAZNAS Kabupaten Sukabumi” dan “Ke Mana Aliran Dana Umat?”.

Koordinator Presidium SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga sosial keagamaan. Menurutnya, aksi dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sipil agar pengelolaan dana umat dilakukan secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab.

Ia menilai mangkraknya pembangunan RSB Bebeza bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan.

Baca Juga:  Bupati Rote Ndao Resmikan Gereja Elim Helebeik dan Lantik Pdt. Gidelni Yosinon Lay, S.Th

“Ketika pembangunan yang bersumber dari dana umat tidak berjalan sesuai target, maka publik berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka,” ujarnya.

Selain itu, SIMPUL Sukabumi juga menyoroti alokasi hibah sekitar Rp6 miliar yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat guna menghindari polemik dan dugaan negatif di ruang publik.

Dalam aksinya, SIMPUL Sukabumi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada BAZNAS Kabupaten Sukabumi, di antaranya membuka laporan penghimpunan dan penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah secara transparan kepada masyarakat.

Massa juga meminta keterbukaan terkait penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, termasuk mekanisme pengelolaan dan distribusinya.

Selain itu, mereka mendesak penjelasan terbuka terkait mangkraknya pembangunan RSB Bebeza beserta penggunaan anggaran yang bersumber dari dana umat, serta meminta penjelasan mengenai alokasi hibah sekitar Rp6 miliar.

Tak hanya itu, SIMPUL Sukabumi juga mendorong agar data penerima manfaat program bantuan dibuka secara transparan dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi dan kepatutan sosial.

Norman Irawan menegaskan bahwa transparansi merupakan kewajiban moral lembaga publik, terlebih ketika dana yang dikelola berasal dari masyarakat.

“RSB Bebeza tidak boleh menjadi simbol gagalnya transparansi dana umat. Ketika pembangunan mangkrak dan publik tidak mendapatkan penjelasan yang utuh, maka wajar apabila kepercayaan masyarakat mulai dipertanyakan,” tegasnya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. SIMPUL Sukabumi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui jalur konstitusional serta mendorong keterbukaan informasi demi menjaga integritas pengelolaan dana sosial keagamaan di Kabupaten Sukabumi. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemkab Nias Selatan Janji Rehabilitasi Total Kantor Camat Tanah Masa
Korban Jadi Tersangka, LBH TOHO-TNR Ancam Praperadilan-kan Polres Nias Selatan
Klaim Pelantikan Ilegal Mencuat, Panitia Konfercab VIII GMNI Nias Selatan Tegaskan Hasil Forum Sah
Kader Partai Demokrat Gelar Gerakan Langit Biru di Pantai Lagundri
Anggota PWI Aceh Utara Diduga Jadi Korban Pemukulan Oknum TNI
Genset PLTD Meledak,  Damkar Satpol PP Nias Selatan Berhasil Padamkan Api
Kapolres Pastikan Kota Bekasi Berjalan Normal, Tidak Ada Penyekatan
Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Pemkab Nias Selatan Janji Rehabilitasi Total Kantor Camat Tanah Masa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Korban Jadi Tersangka, LBH TOHO-TNR Ancam Praperadilan-kan Polres Nias Selatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Klaim Pelantikan Ilegal Mencuat, Panitia Konfercab VIII GMNI Nias Selatan Tegaskan Hasil Forum Sah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Kader Partai Demokrat Gelar Gerakan Langit Biru di Pantai Lagundri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Anggota PWI Aceh Utara Diduga Jadi Korban Pemukulan Oknum TNI

Berita Terbaru

Logo NU (Ist)

Politik

Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa

Minggu, 30 Agu 2026 - 07:21 WIB

Opini

Saat Ketua DPR Tak Tandatangani Surat Janji

Sabtu, 29 Agu 2026 - 20:27 WIB