Analis INDEF Nilai Pertumbuhan Ekonomi Dicapai Jika Kebijakan Fiscal dan Moneter Berjalan Seimbang

- Editor

Sabtu, 13 September 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nila tukar rupiah mellemah (Ist)

Nila tukar rupiah mellemah (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Pengembangan Bidang Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menilai target pertumbuhan ekonomi hanya bisa dicapai apabila kebijakan fiscal dan moneter berjalan seimbang dan dapat mendorong kegiatan ekspor.

Untuk itu, kata dia, rencana pemindahan rekening pemerintah dari BI ke bank umum bukan solusi utama. “Itu harus disertai kebijakan yang dapat menggerakkan dunia usaha,” kata Eko dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/9/2025).

Menurut dia, langkah itu justru akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian domestic.

Sementra, Bank Indonesia selama ini diketahui telah menurunkan suku bunga acuan sebagai kebijakan pro growth.

Namun masalahnya justru terletak pada minimnya penyerapan kredit oleh sektor rill.

“Masalah bukan hanya pada likuiditas. Likuiditas kita tidak kering, tapi kenyatannya sektor riil yang memang tidak bergerak,” kata dia.

Di sisi lain, bank umum masih gamang dalam menyalurkan kredit produktif. Di sisi lain, bank tersebut harus tetap menanggung biaya dan dari para nasabah.

Baca Juga:  Anggota DPR Minta BNPT Perkuat Pencegahan Terorisme di Daerah

“Akibatnya, dana besar yang ditempatkan di bank umum berpotensi mengendap,” jelasnya.

Untuk itu, APBN harus berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jangan digunakan untuk hal tidak esensial.

“Efisiensi harus dilakukan, dan anggaran harus mendorong produktivitas,” sarannya.

Dia juga berharap agar pemerintah tidak memangkas dana transfer ke daerah. Karena kontribusi pemda terhadap perekonomian nasional juga tidak bisa diabaikan.

“Dana transfer yang memadai akan jadi motor penggerak investasi dan membuka lapangan kerja, serta meningkatkan konsumsi Masyarakat  di wilayahnya,” beber Eko.

Eko menambahkan, kebijakan itu mendorong likuiditas perbankan hanya akan efektif jika diiringi Langkah nyata untuk menggerakkan sektor riil.

Oleh karenanya, diperlukan juga deregulasi kebijakan yang menghamba usaha, penurunan biaya kredit, hingga pemberantasan praktik premanisme yang membebani pelaku usaha. (Hb)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang
FAST Indonesia Siap Bersinergi dengan BRAN Perbaiki Tata Kelola Pertanahan Nasional
Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan
Green Energy Partnership Forum 2026, PLN EMI Perkuat Kolaborasi Dorong Pemanfaatan Energi Hijau
Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07 WIB

FAST Indonesia Siap Bersinergi dengan BRAN Perbaiki Tata Kelola Pertanahan Nasional

Berita Terbaru

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera

Nasional

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Okt 2026 - 23:42 WIB

Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia

Nasional

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Jumat, 9 Okt 2026 - 23:37 WIB