ACEH UTARA, Mediakarya – DPRA Dapil V Aceh Utara, menggelar silaturahmi Forum Bersama ( Forbes) dengan tokoh masyarakat di 18 Kecamatan terdampak banjir. Dalam rangka reses satu tahun anggaran 2022. Hal itu guna mencari mufakat dan musyawarah untuk Aceh Utara sejahtera.
Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf atau yang akrab dipanggil Sidom Peng berpesan kepada tokoh yang hadir, untuk dapat berdiskusi dengan baik dalam forum.
“Intinya kita diskusikan untuk kemajuan Aceh Utara, pasca terjadi banjir beberapa pekan lalu,” kata Sidom Peng, di Aula Kantor Bipati Aceh Utara, Rabu, (26/01/2022).
Wabub juga berjanji akan melakukan pengontrolan secara maksimal pengaruh banjir yang melanda, mulai dari hulu sampai ke hilir sungai.
“Selama ini air sungai dari hulu ke hilir sudah tidak terkontrol lagi. Kita berharap masukan dari seluruh tokoh yang hadir pada acara ini, agar semua keluahan dapat kita selesaikan dengan bijak,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat berharap permasalahan banjir dan kerugian harta benda yang derita masyarakat selama ini dapat menjadi bahan untuk reses DPRA agar dapat dibahas di provinsi oleh Anggota DPRA Dapil V.
“Saban tahun kami masyarakat di Pirak Timu mengalami kebanjiran. Bisa dikatakan untuk Kecamatan Pirak Timu, dalam setahun mencapai 17 kali dan menghantam 18 desa dipirak timu,” kata Tgk. Ismail, selaku Imum Mukim.
Menurutnya, air yang datang berasal dari Krueng Pirak Krueng Keurtoe, dan ditambah air lepasan waduk di Paya Bakong. Sedangkan di bentangan sungai belum ada pembangunan tanggul sebagai dinding penahan air sungai.
“Oleh karena itu kami berharap ada penanganan yang serius yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.
Selain pembangunan tanggul sungai. Mereka juga minta kepada pemerintah atau dinas terkait agar melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaku Ilegal loging.
“Saya atas nama masyarakat meminta agar dana otsus dapat dikelola di kabupaten saja. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di antaranya untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat, Tgk. Mahmud Ishak yang juga Imum Mukim Kecamatan Lhoksukon, berharap adanya pembangunan inprastruktur penghubung antar kecamatan yang rusak pasca banjir.
“Kami berharap kepada pemerintah mempercepat pembangunan tataruang kota. Sebab pasca banjir, banyak infrastruktur yang rusak. Seperti jalan pasar inpres Kota Lhoksukon, jalan Buket Hagu jalan Lhoksukon ke Cot Girek, dan jalan Meunasah Manyang yang tembus ke kecamatan Pirak Timu,” ungkapnya.
Ketua Forbes Tgk. Tarmizi Panyang, selaku Anggota DPRA dari Partai Aceh langsung merespon dan memberi jawaban dari segala permasalahan dari warga.
Tgk. Tarmizi Panyang mengajak masyarakat agar bahu membahu melakukan upaya pembenahan pasca banjir.
Pihaknya juga mengajak anggota dewan yang lain untuk mengumpulkan dana aspirasinya guna membantu masyarakat terdampak banjir.
“Selanjutnya, kita akan jemput dana APBN memohon bantuan kepada pihak Kementrian guna membantu masyarakat,” pungkasnya.
Hadir dalam silaturahmi tersebut, Wakil Bupati Aceh Utara, Anggota DPRA Dapil V, Ketua Formabes, Tarmizi Panyang, Wakil Ketua, Tgk. Mawardi, Ismail A. Jalil (Ayah Wa), Saiful Bahri (Pon Yahya), Drh. Mukthar Daud, Fahrurrazi H. Cut ( F. Rozi), Tantowi, Ridwan Yunus. (Malek)






