Bakal Cakada Kota Bekasi Ditantang Untuk Adu Gagasan Soal Isu Antikorupsi

- Editor

Jumat, 3 Mei 2024 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi, sejumlah figur sudah bermunculan dan digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi politik yang akan digelar pada November 2024 nanti.

Namun dari sederet figur yang sudah muncul, sayangnya tidak ada satupun  bakal calon kepala daerah  (Cakada) yang melempar isu terkait gagasan antikorupsi. Padahal gagasan soal isu antikorupsi bagi bakal Cawalkot Bekasi sangatlah penting.

“Mengingat di dua periode kepemimpinan Wali Kota Bekasi tidak ada satupun berakhir dengan sempurna, namun hanya menyisakan masalah bagi masyarakat karena kasus korupsi yang menjeratnya. Yakni di era Muhtar Mohammad dan Rahmat Effendi. Karena keduanya harus berurusan dengan KPK,” ujar  Sekjen Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Abdul Rasyid kepada Mediakarya, Jumat (3/5/20224).

Selain itu, kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah dan banyak ditangani oleh KPK, tidak lepas dari persoalan gratifikasi dan jual beli jabatan.

Persoalan itu muncul dikarenakan adanya biaya politik yang cukup tinggi. Sehingga memicu kepala daerah untuk mencari sumber dana agar biaya yang telah dikeluarkan saat pilkada dapat kembali.

“Ini yang harus menjadi konsen bagi partai politik. Bila perlu dilakukan diskusi publik dengan mengundang para pakar dan akademisi yang ekspert di bidang korupsi dan menghadirkan semua bakal calon Wali Kota Bekasi,” ujar Rasyid.

Baca Juga:  Bebas Aktif di Persimpangan Zaman: Evolusi Politik Luar Negeri Indonesia dalam Dinamika Geopolitik Global

Hal-hal yang perlu diperbaiki oleh partai politik, menurut Rasyid adalah rekrutmen dan kaderisasi partai politik, jangan sampai ada orang-orang yang masuk partai dengan tujuan memperkaya diri sendiri. Dia juga berharap kader partai politik dipersiapkan dengan matang pendidikannya.

Untuk itu, bagi calon Wali Kota Bekasi jika sudah menjabat agar jangan mau ditekan oleh DPRD. Kepala daerah juga perlu mewaspadai tahap perencanaan anggaran.

“Sebab banyak kasus OTT KPK yang terjadi karena para anggota DPRD meminta uang ketok palu dan dana aspirasi,” katanya.

Rasyid menegaskan bahwa Pilkada merupakan ajang untuk memilih pemimpin. Oleh karenanya, gunakan kesempatan itu untuk adu program dan gagasan.

Sebelumnya, sejumlah nama yang digadang gadang bakal maju di Pilkada Kota Bekasi sudah ramai diperbincangkan di ruang publik.

Seperti, dari Golkar sudah menyampaikan 5 nama yang diajukan ke pada DPP Golkar kemudian untuk dilakukan seleksi.

Dari 5 nama tersebut antara lain: Kusnanto Saidi, Abdul Rasyad, Ade Puspitasari, Faisal, Nofel Saleh Hilabi.

Sementara itu dari PKS dipastikan bakal mengajukan Hari Koeswara, dan PDIP sendiri telah mengajukan 3 nama kadernya, Diantaranya Muhtar Mohammad, Tri Adhianto, dan Adi Bunardi. (Pri)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi
Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z
Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk
Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua
Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat
Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Direktur Etos Indonesia: Golkar Harus Bongkar Pola Lama, Jika Mau Hidup di Era Gen Z

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Yusuf Blegur Skakmat Dedi Mulyadi: Pencitraan Pro Rakyat, Giliran Warga Ciamis Ngeluh Jalan Rusak Malah Ngamuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Analis Politik Sentil Golkar: Citra Hancur Diterpa Korupsi, Kader Bekasi Malah Paksakan Istri Tersangka KPK Jadi Ketua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Berita Terbaru