BEKASI, Mediakarya – Pembangunan unit sekolah baru (USB) SMPN 6 Setu di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendapat kritikan dari masyarakat setempat. Pasalnya, bangunan gedung yang menelan anggaran sekitar Rp4,9 miliar ini tampak kusut dan tak menarik.
Berdasarkan pantauan awak media, Selasa (16/2/2022), cat tembok bangunan yang saat ini sudah rampung dan beroperasi ini ada yang sudah mulai luntur. Bahkan, sebagian pagar sekolahnya hanya menggunakan baja ringan dan sebagian lagi menggunakan pagar bambu.

Menurut Joko selaku Ketua RW setempat, pembangunan gedung SMPN 6 terkesan terburu-buru dan hasilnya pun dinilai kurang maksimal. “Kita lihat dari hasil finishing bangunannya tidak maksimal,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Joko berharap agar pengawasan terhadap pembangunan USB SMPN 6 Setu ini lebih diperketat. Sehingga, bangunan yang memakai APBD Kabupaten Bekasi ini hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat. “Saya berharap uang rakyat dikembalikan ke rakyat dengan hasil yang maksimal,” ucapnya.
Meski begitu, Joko mengaku senang bahwa dengan adanya USB SMPN 6 Setu ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan aspirasi warga setempat. (Supri)






