Banyak Diisi Orang Jokowi, Komposisi Kabinet Prabowo Mengecewakan Publik

- Editor

Senin, 21 Oktober 2024 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wibisoni, Dewan Pembina LPKAN,  dan Pengamat Militer,

Wibisoni, Dewan Pembina LPKAN, dan Pengamat Militer,

JAKARTA, Mediakarya – Presiden RI Prabowo Subianto resmi mengumumkan nama-nama menteri, wakil menteri, dan kepala badan di dalam kabinet pemerintahannya untuk periode 2024-2029 di di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (20/10) malam.

Prabowo memberikan nama kabinetnya Kabinet Merah Putih berdasarkan kesepakatan dengan para ketua umum parpol pendukung pemerintahannya.

Saat mengumumkan nama-nama pembantunya di Kabinet Merah Putih, Prabowo tampak didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

“Dengan kesepakatan para ketua umum koalisi kami, kami beri nama kabinet ini, Kabinet Merah Putih,” kata Presiden Prabowo, Ahad (20/10/2024).

Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Wibisono menyoroti susunan kabinet yang gemuk ini sebagai upaya untuk mengakomodasi semua orang yang telah berjasa dalam tim pemenangan Prabowo sehingga sukses jadi presiden.

“Ini bentuk bagi bagi kekuasaan, dan tidak dengan prinsip *The man behind the gun* dan *the right man in the right place*, sehingga jumlah kabinet menjadi bengkak, apalagi ditambah dengan banyaknya posisi wakil Mentri,” ujar Wibi yang juga sebagai pengamat militer dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10/2024).

Baca Juga:  Rangkaian KTT Ke-42 ASEAN Dimulai di Labuan Bajo

Selanjutnya, Ia menilai komposisi kabinet yang banyak ini pasti akan menguras fiskal APBN yang begitu besar.

“Saya sendiri punya pengalaman pada saat pemerintahan Habibie dan Gus Dur, dengan merubah nomenklatur Kementrian segala sumber daya, dari mulai persiapan kantor dan operasional Kementrian akan mengalami perubahan yang signifikan, dari segi biaya dan penataan distribusi pegawai yang tidak mudah, butuh waktu 3-6 bulan untuk bisa bekerja secara normal,” jelasnya

Wibi mengaku sempat optimis setelah mendengar pidato perdana presiden Prabowo kemarin. “Saya merasa optimis dan berharap isi pidato itu dapat di eksekusi dengan baik, tapi setelah melihat komposisi kabinet nya yang sekarang, saya jadi pesimis lagi,” tutup Wibi.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke GolkarĀ 
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Berita Terbaru