KOTA BEKASI, Mediakarya – Kasus tertangkapnya Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi oleh KPK terkait dengan tindak pidana korupsi dan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi membuat sejumlah program yang selama ini sudah digagas oleh politisi Golkar itu terhenti.
Posisi Rahmat Effendi yang saat ini digantikan oleh Tri Adhianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) ternyata tidak dapat berbuat banyak. Bahkan informasinya anggaran tahun lalu mengalami silva yang cukup besar.
Pria yang akrab disapa Mas Tri yang juga Mantan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) kemudian pindah partai menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu justru sibuk dengan persiapan politiknya guna maju sebagai Calon Wali Kota Bekasi pada kontestasi Pilkada 2024 mendatang.
Bahkan banyak warga mengeluhkan sejumlah titik infrastruktur jalan mengalami rusak parah yang seharusnya menjadi fokus pemerintah Kota Bekasi dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan.
“Plt Wali Kota dan pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi malah euforia dengan ulang tahun Kota Bekasi yang ke 26 di tengah segudang persoalan di masyarakat,” ujar Aldi warga Bekasi Barat yang mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya, Sabtu (11/3/2023).
Menurut Aldi, masyarakat saat ini pada akhirnya tahu kualitas dan gaya kepemimpinan Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
“Akhirnya masyarakat kan bisa melihat kinerja Plt wali kota kita saat ini. Membangun Kota Bekasi tidak cukup memasang spanduk dan foto di ruang publik. Masyarakat sudah cerdas dan tidak butuh pencitraan,” tegasnya.
Menanggapi kinerja Plt Wali Kota Bekasi di tengah persoalan dan keluhan warga, analis Center for Publik Policy Studies (CPPS) Indonesia, Agus Wahid mengungkapkan Plt Wali Kota Tri Adhianto harus segera merespon keluhan masyarakat.
“Pak Tri harus belajar hal yang positif dari pemimpin yang sebelumnya. Adapun persoalan kasus korupsi yang menimpa Rahmat Effendi itu sifatnya personal. Akan tetapi jika program kerjanya dalam rangka kemajuan Kota Bekasi tentu bisa diteruskan sepanjang dalam koridor dan prosedur yang sudah ditetapkan,” ujar Agus.
Lanjut Agus, jika Tri Adhianto terus sibuk dengan pencitraan politiknya guna persiapan Pilkada 2024 mendatang dan hanya mengejar elektoral, maka bukan tidak mungkin masyarakat Kota Bekasi akan bersimpati kepadanya.
“Saat ini perkembangan teknologi sudah cukup pesat. Kondisi apapun yang terjadi di lingkungannya dapat diinformasikan melalui media sosial. Jika kepala daerah tidak merespon dengan cepat maka akan menjadi bahan diskusi bagi warga bahwa Plt wali Kota Bekasi lamban, dan tentunya dapat menjadi pertimbangan bagi warga pada Pilkada mendatang,” pungkasnya. ***











