Belum Usai Kasus Pemagaran Laut di Tangerang, Kasus Pemagaran Laut Kembali Terjadi di Kabupaten Bekasi

- Editor

Selasa, 14 Januari 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemagaran laut misterius (Foto:Ist)

Pemagaran laut misterius (Foto:Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Belum usai soal berita pemagaran laut di Kabupaten Tangerang, Banten yang viral di media sosial yang berbuntut penyegelan di lokasi tersebut, kini kembali muncul sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan keberadaan pagar misterius berbahan bambu di perairan pesisir utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Video berdurasi 45 detik tersebut memperlihatkan ribuan batang bambu yang terpancang secara rapi di dua sudut wilayah Tarumajaya. Dalam video itu, terlihat dua deretan bambu yang menopang gundukan tanah.

Jejeran bambu tersebut membentuk garis panjang menyerupai tanggul, dengan hamparan perairan di tengahnya yang mirip sungai.

Seorang nelayan setempat, Tayum, membenarkan keberadaan struktur tersebut. Timur Tengah 2025 Artikel Kompas.id “Iya, sudah enam bulan belakangan ini (keberadaan bambu misterius tersebut),” ujar Tayum dikutip dari Kompas.com pada Senin (13/1/2025).

Baca Juga:  Puan: Perlu Libatkan Masyarakat Sipil Bahas Aturan Turunan UU TPKS

Tayum menjelaskan, tanah yang berada di antara sekat bambu tersebut berasal dari tanah laut. Pengerukan tanah laut dilakukan dengan menggunakan tiga alat berat ekskavator yang beroperasi sepanjang siang dan malam.

Tanah yang berhasil dikeruk kemudian diuruk ke sela-sela dua sudut bambu yang terpancang sehingga membentuk struktur menyerupai tanggul.

“Setelah sekian lama, akhirnya mereka merambah sampai delapan kilometer menguruknya,” ungkap Tayum.

Namun, Tayum mengaku belum bisa menjelaskan secara pasti peruntukan dari keberadaan deretan bambu tersebut.Keberadaan struktur ini masih menyisakan tanda tanya bagi masyarakat setempat.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Bekasi: Tak Dibenarkan Dirut RSUD CAM Potong Remunerasi dan Intimidasi Karyawan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Tata Kelola RSUD CAM Kota Bekasi Disorot, Pegawai Mengeluh Tekanan Kerja Hingga Dugaan Pemotongan Remunerasi
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah
Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying
NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Komisi IV DPRD Bekasi: Tak Dibenarkan Dirut RSUD CAM Potong Remunerasi dan Intimidasi Karyawan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Tata Kelola RSUD CAM Kota Bekasi Disorot, Pegawai Mengeluh Tekanan Kerja Hingga Dugaan Pemotongan Remunerasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

Berita Terbaru