Daging Kurban Dijual Oknum Ormas di Kota Bekasi, Etos: Kacau Bener Bangsa Ini

- Penulis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

KOTA BEKASI, Mediakarya – Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah, menyampaikan tanggapannya terkait berita yang terjadi di Kelurahan Cikiwul, Bantargebang Kota Bekasi, di mana daging kurban dijual kepada masyarakat oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) dengan harga 15 ribu per kantong.

“Daging kurban dijual oknum ormas di Kota Bekasi, kacau bener bangsa ini,” kata Iskandar kepada mediakarya.id, Sabtu (7/6/2025).

Dia mengaku merasa miris melihat bangsa Indonesia yang semakin mundur perilakunya. “Teknologi dunia semakin maju, tapi bangsa ini semakin mundur ke belakang tingkahnya. Ini seperti jaman kerajaan-kerajaan jaman dahulu, di mana sumbangan raja-raja justru diperjualbelikan oleh orang-orang lingkaran kerajaan kepada rakyatnya dengan harga murah agar rakyatnya gembira dan selalu setia pada rajanya, seperti itu kan cerita raja-raja dulu,” katanya.

Iskandar menambahkan, saat ini sudah maju berabad-abad ke depan namun tingkah laku seperti itu masih sama seperti orang-orang di era raja-raja dulu kepada rakyatnya.
“Rakyat saya pastikan masih mampu kok makan daging hari ini tanpa disuguhkan daging-daging murah,” katanya.

Baca Juga:  Bawaslu Jaksel Harap Gakkumdu Lebih Solid Tangani Pelanggaran Pemilu

Dia menegaskan, daging kurban sudah dipastikan untuk kaum fakir miskin yang memang menjadi prioritas untuk dibagikan secara gratis. Itulah sebabnya dibentuk panitia di setiap penyelenggaraan kurban. “Hewan kurban kok dikomersilkan, kacau benar bangsa ini, walaupun dibandrol harga murah tetap itu bukan haknya,” ujarnya.

“Hari ini kadang fakir miskinnya tidak dapat apa-apa, malah orang yang hidupnya cukup dikasih berkantong-kantong daging lalu berpesta. Aturannya saja sudah salah, dari awalnya salah sampai akhirnya ya akan salah,” tambahnya.

Iskandar juga meminta Wali Kota Bekasi dapat segera memanggil pimpinan ormas tersebut dan meminta pertanggungjawaban atas ulah orang-orangnya. “Harus itu, ini hari raya kurban, di mana prioritasnya adalah kaum fakir miskin, bukan dijadikan objekkan ormas,” tutup Iskandar. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Terkait Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, KAI Mengajak Publik Menunggu Hasil Investigasi Resmi KNKT
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Kendaraan Listrik
Nama Mantan Jenderal Masuk dalam Surat Dakwaan KPK, Tri Nusa Jakarta Raya: KPK Tak Boleh Gentar
Amnesty International Indonesia Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren
Copot Sekjen Tanpa Melalui Rapat Pleno, Kader Senior Partai Golkar Ini Tuding Ketum AMPG Tidak Paham Organisasi
ICW Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Jasa Sertifikasi Halal di BGN
Terungkap Dalam Surat Dakwaan, Dua Pejabat Penting DJBC Diduga Ikut Terlibat Loloskan Izin Kepabeanan Secara Ilegal
Pelaku Usaha Industri Perberasan Berdarah-darah, Siapa Yang Untung?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:13 WIB

Terkait Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, KAI Mengajak Publik Menunggu Hasil Investigasi Resmi KNKT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:58 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Kendaraan Listrik

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:34 WIB

Nama Mantan Jenderal Masuk dalam Surat Dakwaan KPK, Tri Nusa Jakarta Raya: KPK Tak Boleh Gentar

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:57 WIB

Amnesty International Indonesia Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:39 WIB

Copot Sekjen Tanpa Melalui Rapat Pleno, Kader Senior Partai Golkar Ini Tuding Ketum AMPG Tidak Paham Organisasi

Berita Terbaru