Masyarakat Diimbau agar Jaga Rekam Jejak Digital Positif

- Editor

Jumat, 24 Februari 2023 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital: Bijak Berekspresi di Dunia Digital, Kamis (23/2).

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital: Bijak Berekspresi di Dunia Digital, Kamis (23/2).

JAKARTA, Harnasnews– Kuatnya literasi digital akan membantu masyarakat dalam membangun rekam jejak digital yang positif, aman dan produktif. Terlebih, saat ini interaksi masyarakat banyak dilakukan di dunia maya.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Literasi Digital: Bijak Berekspresi di Dunia Digital, Kamis (23/2).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Dalam Webinar itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Duta Genre Sumut 2020, M Rafi Alfarezi dan Dosen Nofri Affandi.

Meutya Hafid dalam paparannya mengatakan, literasi digital merupakan kunci dan keniscayaan dalam menghadapi perkembangan serta disrupsi teknologi yang semakin masif.

“Jejak digital ibarat ‘bom waktu’ yang bisa meledak kapan saja. Bom ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, terlebih apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan dapat merugikan dirinya sendiri,” ujar Meutya Hafid.

Politisi senior Partai Golkar itu memandang, literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini.

Baca Juga:  Kembali Jadi Sorotan, Rachel Vennya Bawa Anak Naik Pesawat saat Pandemi

“Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” katanya.

Di tempat yang sama, Duta Genre Sumut 2020, M Rafi Alfarez mengatakan jejak digital merupakan data yang disimpan dan tinggalkan setelah menggunakan internet.

“Jadi setiap kali kita menggunakan internet, kita meninggalkan jejak informasi yang kita kenal sebagai jejak digital,” ujarnya.

Rafi menambahkan jejak digital bisa menjadi reputasi seseorang di dunia maya. “Hati-hati juga karena bisa jadi ada orang tidak bertanggung jawab lalu punya niat jahat, menjadikan informasi kita ini untuk hal-hal yang jahat, seperti phising,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Nofri Affandi mengatakan pesatnya perkembangan dunia digital, kemampuan tentang teknologi menjadi salah satu hal utama yang harus ditingkatkan untuk mendukung diri terus bertumbuh dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.

“Kemampuan literasi digital dalam hal ini memahami serta menggunakannya diperlukan agar individu dapat bersaing di era revolusi industri 4.0,” jelasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Prabowo Baru Teken Perpres Tata Kelola Kopdes Merah Putih, Operasionalnya Belum Jelas
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan MajuĀ  pada Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:07 WIB

Prabowo Baru Teken Perpres Tata Kelola Kopdes Merah Putih, Operasionalnya Belum Jelas

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terbaru