Dubes Djauhari: Indonesia Semakin Didengar, Bukan Hanya Penonton

- Penulis

Senin, 8 Januari 2024 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, Mediakarya – Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menegaskan bahwa suara Indonesia didengar di berbagai forum kerja sama internasional dan bukan hanya sebagai penonton,

Dubes Djauhari menyampaikan hal tersebut pasca Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2024 yang disampaikan Menlu Retno Marsudi dari Gedung Merdeka, Bandung. KBRI Beijing mengadakan “nonton bareng” PPTM dari aula KBRI.

“Apa yang disampaikan Ibu Menlu itu sebenarnya beliau agak rendah hati karena banyak hal telah dicapai pada tatanan global maupun regional,” kata Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun di KBRI Beijing, China pada Senin.

“Lihat saja bagaimana presidensi kita di G20, keketuaan kita di ASEAN, dan lihat saja bagaimana Ibu Menlu bisa secara intensif ikut dalam mencari solusi terhadap isu Palestina. Saya merasakan sebenarnya bahwa suara Indonesia itu semakin didengar pada tataran regional maupun pada tatanan multilateral, kami yang merasakannya,” tambahnya.

Dalam PPTM, Menlu Retno Marsudi menyebutkan dalam hampir 10 tahun terakhir, rekam jejak diplomasi Indonesia dirasakan di kawasan dan dunia seperti pengakuan dari “Lowy Institute”, “Chatham House” maupun “The Strait Times” sehingga jelas bahwa Indonesia adalah salah satu pemain utama di kawasan dan global, bukan sebagai penonton.

“Saya di Beijing merasakan hal tersebut karena sering diundang oleh duta-duta besar lainnya untuk bertukar pikiran mengenai diplomasi Indonesia, mengenai partisipasi Indonesia di berbagai badan internasional, bagaimana tanggapan Indonesia untuk isu-isu global dan kita berada di salah satu pusat geoekonomi dan geopolitik yaitu di Beijing, jadi tahu persis juga bagaimana Indonesia berperan,” tambah Dubes Djauhari.

Baca Juga:  Ketika KPK Menyerah pada Angka, Ini Catatan Kasus Konawe Utara tentang Audit, Kekuasaan, dan Cerdasnya Kejaksaan Agung

Menurut Dubes Djauhari, KBRI Beijing juga sering diundang ke berbagai konferensi internasional yang diadakan di China.

“Kami hadir bukan sebagai peserta, tapi sebagai pembicara karena mereka ingin mengetahui Indonesia ke depan ingin seperti apa dan bagaimana kontribusi Indonesia untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan baik regional maupun global,” ungkap Dubes Djauhari.

Sejumlah peran lain yang sudah dilakukan Indonesia di tingkat global misalnya upaya Presiden Joko Widodo mencari solusi perang Rusia dan Ukraina di tengah berbagai tekanan

“Kemudian pada saat kita menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, bagaimana juga Ibu Menlu bolak-balik ke New York untuk membahas berbagai isu-isu global. Bagaimana Indonesia juga berpartisipasi di badan-badan yang terkait dengan ‘Bretton Woods Institution’ seperti Work Bank, IMF, WTO. Peran Indonesia itu semakin didengar dan selalu dimintakan kontribusinya,” jelas Dubes Djauhari, dilansir dari antara.

Terkait pernyataan “Indonesia sebagai penonton di forum internasional”, sebelumnya diberitakan, capres nomor urut 1, Anies Baswedan mengatakan jika ia terpilih sebagai presiden, akan mengembalikan posisi Indonesia menjadi pelaku utama di konstelasi global.

“Ketika kepercayaan bapak, ibu, sekalian diberikan kepada kami, maka kami Insyaallah akan mengembalikan posisi Indonesia menjadi pelaku utama di dalam konstelasi global, Indonesia tidak hadir sebagai penonton tapi Indonesia hadir sebagai penentu arah perdamaian, kemakmuran bagi seluruh bangsa di level global maupun di level regional,” kata Anies dalam Debat Pilpres 2024, Minggu (7/1). (sm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:51 WIB

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB